09 August 2021, 11:28 WIB

Investor Menunggu Kepastian Perubahan Kebijakan The Fed


Fetry Wuryasti | Ekonomi

DATA perekonomian Amerika Serikat menunjukkan kinerja terbaiknya. Data ketenagakerjaan terus melaju naik dalam kurun waktu 1 tahun. Hal ini memberi optimisme terjadinya pemulihan ekonomi meskipun covid-19 kembali melanda.

Angka payrolls mengalami kenaikan, dan tingkat pengangguran AS turun menuju 5,4%, didukung dengan pendapatan dan jam kerja yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa pengangguran mulai terus menurun, seperti keinginan bank sentral AS, The Fed.

"Meski sampai dengan hari ini kita tidak pernah tahu, berapa angka pengangguran yang tepat untuk disebut dengan kemajuan yang substansial. Mungkinkah di bawah 5% atau di bawah 4% hanya Gubernur The Fed Jerome Powell yang mengetahui jawabannya. Yang pasti, angka-angka ini membuat The Fed melangkah dengan harapan dan keyakinan mendekati kemajuan ekonomi AS yang substansial," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Senin (9/8).

Maximilianus menambahkan imbal hasil terus naik karena pelaku pasar dan investor mulai beralih meyakini perekonomian akan pulih. Ekuitas tentu menjadi sebuah pilihan.

Sejauh ini The Fed mulai terbagi, antara Ketua The Fed Jerome Powell yang mengatakan belum waktunya bagi The Fed untuk mengurangi pembelian obligasi, dengan Wakil Ketua dan beberapa Gubernur The Fed yang mengatakan bahwa pengurangan pembelian obligasi sudah dapat dilakukan.

Agustus menjadi salah satu bulan yang dinantikan oleh pelaku pasar dan investor, pasalnya pada bulan ini biasanya perubahan sikap kebijakan The Fed terjadi, pada pertemuan akan dilakukan di Jackson Hole, Wyoming, AS

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan apabila laporan ketenagakerjaan selalu mengalami kenaikan, Waller sudah siap untuk mendukung langkah pengurangan pembelian obligasi di pasar.

Sejauh ini meskipun ada beberapa indikasi bahwa data ketenagakerjaan naik dan turun, ditambah dengan varian delta yang terus menyebar, para pejabat The Fed cukup senang dengan kenaikan yang terjadi pada Juli kemarin. Tentu ekspektasi dan harapan akan pemulihan ekonomi terus meningkat. Hal ini yang menjadi bekal bagi pasar ekuitas untuk naik secara konsisten diikuti dengan fundamental yang kuat.

Pertumbuhan pekerjaan pada Juli silam memang menggembirakan. Kenaikan data pekerjaan khususnya di bidang pendidikan, rekreasi, dan perhotelan menunjukkan sebuah harapan. Pelayanan kesehatan, transportasi dan logistik, serta manufaktur juga mulai pulih secara konsisten.

Masyarakat AS yang telah menganggur panjang selama kurang lebih 27 minggu telah turun menjadi 560.000 pada Juli. Angka tersebut merupakan yang terbesar sepanjang sejarah.

Ini menunjukkan bahwa masyarakat AS mulai kembali bekerja, secara tidak langsung mendorong perekonomian untuk mulai kembali secara penuh. Data itu pula yang menjadi sebuah saksi, bagi stimulus yang disiapkan Biden tidak sia-sia untuk menopang perekonomian dan mendorong vaksinasi.

Namun di satu sisi, rencana Biden masih akan berkutat mengenai stimulus lanjutan, mulai dari The American Families Plan, dan American Jobs Plan merupakan 2 stimulus yang siap diberikan oleh Biden. Namun kalau pemulihan terus berlangsung seperti ini, tentu Partai Republik akan menentang dengan mengatakan bahwa stimulus tidak lagi dibutuhkan karena pemulihan mulai terjadi.

Setengah dari Gubernur di Amerika mulai mengakhiri program tunjangan pengangguran yang dimana secara resmi akan berakhir pada bulan September. Saat ini rasio pekerjaan masyarakat di AS mengalami kenaikan dari sebelumnya 58% menjadi 58,4%.

Tingkat pengangguran untuk masyarakat AS berkulit putih telah turun menjadi 4,8%, sedang untuk berkulit hitam turun menjadi 8,2%, dan Amerika Hispanic turun menjadi 6,6%.

"Kami melihat perekonomian Amerika cukup memuaskan. Oleh karena itu kami melihat dan yakin bahwa mungkin tidak lama lagi The Fed akan mengumumkan untuk melakukan pengurangan pembelian obligasi," kata Nico. (E-3)

BERITA TERKAIT