02 August 2021, 22:22 WIB

45 Kabupaten Luar Jawa-Bali Lanjutkan PPKM Level IV


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, sebanyak 45 kabupaten/kota di 21 Provinsi luar Jawa-Bali akan melanjutkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV. Keputusan itu diambil karena terjadi peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

"Kami konsentrasi pada kabupaten/kota yang naik di luar Jawa-Bali, ada 21 provinsi dan 45 kab/kota level IV dan dilanjutkan," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Provinsi dengan peningkatan kasus tertinggi, kata Airlangga, terjadi di Sulawesi Tengah, Riau, Sumatera Utara, Gorontalo, dan Kalimantan Barat. Sedangkan provinsi yang mengalami penurunan kasus yakni Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Tengah.

Airlangga bilang, beberapa wilayah yang akan menjadi prioritas ialah Medan, Banjarmasin, Pekanbaru, Banjar Baru, Tarakan, Jayapura. Di tingkat Kabupaten yakni Sikka, Berau, dan Belitung.

Dia menambahkan, kendati perkembangan kasus di luar Jawa-Bali tergolong fluktuatif, pemerintah mendapati perbaikan beberapa indikator. Salah satu indikator perbaikan ialah testing yang dilakukan di beberapa wilayah.

"Pemerintah mendorong upaya perbaikan antara lain ditingkat hulu adalah peningkatan testing yang mencapai target minimal testing per hari dan sudah didorong melalui instruksi Mendagri," imbuhnya.

"Beberapa daerah testingnya cukup memenuhi target kenaikan, artinya masih beberapa persen terjadi kenaikan. Keseluruhannya 50% secara rerata seperti di Tarakan 78,5% terkait testing harian, Jayapura 73,1%, Pekanbaru 67,9%, Makassar 62,2%," urai Airlangga.

Selain testing, indikator tracing juga menunjukkan perbaikan. Terlebih nantinya akan diimplementasikan tracing digital di sejumlah wilayah. Tingkat tracing di beberapa wilayah juga telah menunjukkan angka yang lebih tinggi ketimbang nasional.

Kota Medan misalnya, memiliki persentase tracing 33,39%, Makassar 39,41%, Banjarmasin 26,9%, Pekanbaru 42%, Banjar Baru 27%, Jayapura 41,62%, dan Kepulauan Riau di atas 60%.

Pada tingkat hilir, kata Airlangga, pemerintah berupaya menjaga tingkat Bed Occupancy Rate (BOR). Itu dilakukan dengan peningkatan kapasitas tempat tidur, pembangunan isolasi terpusat, memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen.

"Selanjutnya, seperti arahan Presiden, penerapan 3M,3T, dan vaksinasi adalah yang terus dilakukan dan diprioritaskan. Kami berharap kerja sama dengan TNI Polri, Gubernur, Bupati, Walikota, kemudian beserta jajarannya dan bantuan kedisiplinan masyarakat dan kegiatan social responsibility dari masyarakat dan kerja sama dengan pihak pembantu kami mendorong sama-sama menangani pandemi," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT