01 August 2021, 18:38 WIB

Tol Listrik Sepanjang 864 Km Resmi Beroperasi di Flores


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan, pembangunan tol listrik sepanjang 864 kilo meter sirkuit (kms) resmi beroperasi di Flores, Nusa Tenggara Timur. Penyambungan listrik ini membentang dari Labuan Bajo hingga Maumere dengan biaya sebesar Rp1,1 triliun.

"Penyambungan tol listrik ini rampung dilakukan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) pada Jumat (30/7) lalu," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi dalam keterangan yang dikutip Minggu (1/8).

Dia menurturkan, kehadiran tol listrik tersebut bisa memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia Timur.

"Semoga adanya infrastruktur listrik ini bisa menarik minat investor untuk memperbaiki perekonomian wilayah setempat," tambahnya

Sementara itu, Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN Syamsul Huda mengatakan, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Flores saat ini memiliki daya mampu sebesar 104,1 Megawatt (MW), dengan beban puncak untuk melayani pelanggan total sebesar 71,6 MW.

Selama ini, pembangkit di Flores terpisah dalam dua sistem, yaitu Flores Barat dan Flores Timur. Pada Sistem Flores Barat memiliki kapasitas total pembangkit 40,7 MW, yang di antaranya dari Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Rangko 23 MW dan PLTD Golobilas 3,4 MW di Labuan Bajo, PLTP Ulumbu 10 MW, PLTD Faobata Bajawa 2,2 MW di Kabupaten Manggarai serta pembangkit lainnya.

Sedangkan, sistem Flores Timur memiliki kapasitas total 63,4MW, dengan pembangkit antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Ndungga 2 MW, PLTS Wewaria 1 MW, PLTD Mautapaga 3 MW, PLTU Ropa 14 MW di Ende, dan PLTS Waeblerer 1 MW, PLTD Wolomarang 3 MW dan PLTMG Maumere 40 MW di Kabupaten Sikka.

Huda menambahkan, untuk mendukung keandalan suplai di sistem Flores telah beroperasi 11 Gardu Induk dengan kapasitas 225 MVA dan saluran transmisi sepanjang transmisi 864 kms yang terdiri dari 1.319 tapak tower tersebar di seluruh Kabupaten Flores. Terakhir, Gardu Induk Aesesa di Kabupaten Nagekeo yang sudah energize pada 4 Juni 2021 lalu. "PLN akan terus berupaya memperluas akses listrik dan meningkatkan keandalannya," pungkasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT