01 August 2021, 17:49 WIB

Ekonom: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal 3 Makin Terpangkas akibat Perpanjangan PPKM


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DIREKTUR Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengungkapkan, perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berkonsekuensi pada negatifnya pertumbuhan ekonomi untuk kuartal III tahun ini.

Pemerintah sendiri berencana menambah waktu masa PPKM level 4 hingga Senin (9/8). Hal ini melihat kasus penularan covid-19 yang masih tinggi di beberapa wilayah.

"Semakin lama PPKM diperpanjang, semakin besar pertumbuhan ekonomi di triwulan III 2021 akan terpangkas," kata Piter kepada wartawan, Minggu (1/8).

Pihaknya mengaku tidak memiliki prediksi berapa pemangkasan pertumbuhan ekonomi di kuartal III tersebut, namun hal ini tergantung pada skenario pemerintah dalam memperpanjang PPKM.

"Kalau PPKM level 4 diperpanjang sampai akhir September, pertumbuhan ekonomi triwulan III bisa sangat rendah atau bahkan negatif. Tapi kalau tidak terlalu lama perpanjangannya, pertumbuhan ekonomi diyakini masih akan positif," jelas Piter.

Di satu sisi dia menilai, bahwa perpanjangan PPKM merupakan upaya pemerintah dalam menekan penularan covid-19, khususnya varian Delta. Piter mendorong agar pemerintah bisa menanggulangi dampak negatif PPKM ini kepada lapisan masyarakat yang merasakan pukulan kebijakan ini.

"Isu utama memang bagaimana menanggulangi pandemi. Di sisi lain pemerintah harus berupaya mengurangi dampak negatif PPKM. Salah satunya meningkatkan kecepatan dan ketepatan bantuan, baik bantuan sosial maupun bantuan kepada dunia usaha," pungkas Direktur CORE itu.

Senada, Peneliti Senior Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Fajar B. Hirawan juga berpendapat, perpanjangan PPKM dipastikan mengganggu pertumbuhan ekonomi kuartal III. Dia mendorong pemerintah agar fokus dalam mempertahankan daya konsumsi masyarakat.

"Ini kan secara otomatis sebulan penuh kinerja ekonomi hilang tanda kutip karena PPKM. Pemerintah pada dasarnya bisa fokus pada penguatan konsumsi. Misalnya, pembukaan pasar," terangnya.

Menurutnya, jika pasar atau pusat perbelanjaan terus ditutup akan berdampak pada aktivitas jual beli yang dapat membebani kinerja pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2021.

"Ini pasti lebih buruk jika pasar terus ditutup. Pasti akan mempengaruhi ekonomi. Saya pesimis di kuartal III ini akan positif (pertumbuhan ekonomi)," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyampaikan pertumbuhan ekonomi kuartal III akan bergantung pada durasi penerapan PPKM. Jika hanya berlangsung selama dua minggu dan efektif menekan kasus covid-19, maka dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal III relatif terbatas

"Kuartal ketiga karena terjadinya PPKM Darurat yang itu relatif lebih ketat hampir mirip dengan situasi Februari-Maret memang ada potensi outlook-nya mengalami pelemahan, kita proyeksikan di 6,5%," kata Menkeu Sri Mulyani Indrawati saat konferensi pers beberapa waktu lalu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT