30 July 2021, 18:44 WIB

Amazon Cetak Pendapatan Rp1.635 Triliun


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN e-commerce raksasa, Amazon, mengumumkan pendapatan di kuartal II 2021 sebesar US$113,1 miliar atau sekitar Rp1.635 triliun. Angka ini meleset dari perkiraan rata-rata analis sebesar US$115 miliar.

Setahun lebih memasuki pergolakan pandemi covid-19, kilau finansial Amazon sedikit memudar. Pendapatan perusahaan tumbuh 44% pada kuartal pertama tahun ini, angka ini turun menjadi 27% untuk periode yang berakhir 30 Juni. Penjualan mungkin hanya tumbuh sebanyak 16% pada kuartal ketiga, kata Amazon.

Brian Olsavsky, kepala keuangan Amazon, menghubungkan ini dengan perbandingan yang sulit dengan tahun lalu, ketika konsumen lebih banyak tinggal di rumah dan mengandalkan e-commerce untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Namun, saat ini aktivitas di luar rumah sudah berjalan normal kembali di AS dan Eropa.

Baca juga: Ekonomi Amerika Serikat Tumbuh 6,5% pada Kuartal Kedua

Amazon memperkirakan pertumbuhan yang lebih rendah ini akan berlanjut untuk beberapa kuartal berikutnya, kata Olsavsky kepada wartawan Dilansir Channel News Asia (CNA), Jumat (30/7). Amerika Utara, pasar terbesar Amazon, dilaporkan mengalami peningkatan penjualan hanya 22% pada kuartal kedua, berbeda dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya dengan penjualan 43%.

Di satu sisi, Amazon Web Services dilihat mengalami titik terang bisnis. Divisi komputasi cloud ini dikatakan mengalami meningkatkan pendapatan 37% menjadi US$14,8 miliar di atas perkiraan lebih dari US$14,1 miliar.

Baca juga: AstraZeneca Raih Penjualan Vaksin Covid-19 Senilai Rp17 Triliun

Olsavsky mengatakan perusahaan berharap covid-19 akan mereda dan ekonomi akan terus bangkit kembali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan penyuntikan vaksin penuh ke karyawan Amazon. Perusahaan teknologi lain minggu ini seperti Alphabet Inc dan Facebook Inc juga mengumumkan akan memerlukan vaksin untuk pekerja yang kembali ke kantor mereka. (CNA/OL-14) 

BERITA TERKAIT