30 July 2021, 06:55 WIB

Ini Tawaran Tanijoy ke Investor yang Merasa Tertipu, Garansi Pembayaran dalam 3 Tahun


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

STARTUP investasi di bidang pertanian, Tanijoy, angkat bicara soal dugaan penggelapan uang 400 investor senilai Rp 4 miliar. Kasus ini pun ramai dibicarakan di media sosial.

Dalam keterangan resmi perusahaan yang dikutip Kamis (29/7), manajemen PT Tanijoy Agriteknologi Nusantara menjelaskan kronologi permasalahan pengembalian dana investor.

"Ini terjadi pada proyek yang masa panennya dimulai di bulan Maret 2020 sampai akhir 2020. Hal ini disebabkan oleh adanya faktor force majeur, sehingga sejumlah proyek pendanaan mengalami kerugian," ungkapnya.

PT. Tanijoy Agriteknologi Nusantara, sebagai penghubung antara Mitra Tani dan pendana mengaku pun mengklaim mengupayakan penyelesaian masalah pengembalian dana investor. Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan itu ialah dengan adanya perpanjangan masa kontrak pinjam meminjam.

"Namun dalam pelaksanaannya beberapa petani belum bisa memenuhi hingga masa perpanjangan kontrak yang ditentukan," jelas perusahaan.

Oleh karenanya, PT. Tanijoy Agriteknologi Nusantara menyatakan akan mengambil beberapa langkah strategis, yakni melakukan virtual meeting yang dihadiri oleh pendana yang terdampak dan perwakilan Tanijoy. Agenda ini dikatakan telah terjadi sebanyak 4 kali.

Langkah berikutnya ialah menggelar forum diskusi. PT. Tanijoymengaku telah menyediakan forum diskusi penyelesaian bagi semua pendana yang terdampak. Berikutnya, mereka akan melakukan debt collection dari Mitra Tani hingga tanggung jawabnya terpenuhi.

"PT. Tanijoy Agriteknologi Nusantara berkomitmen melakukan pengembalian dana dengan melakukan collection kepada petani yang masih menunggak, serta sebagai bagian tanggung jawab manajemen, akan memberikan garansi untuk pembayaran tersebut dalam jangka waktu penyelesaian maksimal selama 3 tahun," pungkasnya.

Dalam akun @akbarprasetioo diungkapkan keluhan terkait investasi yang dia lakukan di Tanijoy.

"Berawal dari niat bantu petani, Saya memutuskan untuk investasi pada proyek kentang granola tele IV dengan total 6 slot dengan total 12.408.000 dibulan juli 2020 dan seharusnya cair di maret 2021, tapi @tanijoy_id malah HILANG," cuitnya.

Dia menambahkan dalam cuitannya soal kecurigaan investasi di Tanijoy. Akbar menyebut, sudah mengetahui ada banyak laporan dari investor lain yang ada di google bisnis, dan juga comment instagram @tanijoy_id yang memiliki nasib yang sama yang investasinya ditinggalkan tanpa ada kejelasan.

"Bantu saya dan 400 pendana lainnya mendapatkan keadilan dan pertanggungjawaban @tanijoy_id yang telah merusak nama startup pertanian, P2P lending, dan para petani Indonesia," ucap Akbar. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT