28 July 2021, 18:18 WIB

Manfaatkan Digital, Sandiaga Minta Pengelola Desa Wisata Bikin Konten Kreatif


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong agar pengelola desa wisata di seluruh Indonesia memanfaatkan secara maksimal platform digital, dengan membuat konten-konten kreatif dalam bingkai strategi digital marketing.

Upaya itu diharapkan dapat menarik jumlah pengunjung desa wisata lebih banyak lagi dan mewujudkan desa wisata sebagai yang berdaya saing. Hal itu disampaikan Sandiaga dalam acara Bimtek & Workshop Online Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 secara daring, Selasa (27/7).

"Pengelola desa wisata harus bisa masuk ke dalam ekonomi digital dan ekonomi berbasis kreatif serta bagaimana mengelola daya tarik wisata untuk disebarluaskan melalui platform digital. Ini merupakan keniscayaan," ungkapnya dalam keterangan resmi.

Sandiaga menyebut, ajang ADWI 2021 yang digelar Kemenparekraf pun memasukkan konten kreatif sebagai salah satu dari tujuh kategori yang dilombakan. Selain homestay, toilet, suvenir, digital, CHSE, dan daya tarik wisata.

Melalui bimbingan teknis dan workshop online yang kali ini diikuti lebih dari 300 pengelola desa wisata di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat ini, diharapkan Kemenparekraf dapat mendapat pemahaman yang lebih terkait hal tersebut.

Kemenparekraf dikatakannya akan terus memberikan pendampingan dan pelatihan bagi pengelola desa wisata secara berkala. Tidak hanya di dalam ajang ADWI, tapi secara simultan melalui berbagai program kedeputian.

"Kita akan terus jalankan program pendampingan agar terwujud desa wisata sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia, berdaya saing, berkelanjutan, dan mampu mendorong pembangunan daerah," tutur Menparekraf.

Sementara, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu, menjelaskan, Anugerah Desa Wisata Indonesia tahun 2021 merupakan salah satu kegiatan yang bertujuan untuk mewujudkan pengembangan desa wisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kegiatan ini akan dijadikan wahana promosi untuk menunjukkan potensi berbagai desa wisata di indonesia kepada wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.

"Pengelola desa wisata diharapkan dapat menunjukkan potensi desanya masing-masing. Sehingga, nantinya dapat memberi nilai tambah pada perekonomian masyarakat dan memperkuat kearifan lokal," tandasnya. (OL-8)

BERITA TERKAIT