28 July 2021, 08:35 WIB

Kinerja kembali On Track, Pembiayaan BTPN Syariah Tembus Rp10 Triliun


Mediaindonesia.com | Ekonomi

KINERJA PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS) menunjukkan tren pemulihan untuk kembali pada masa sebelum pandemi covid-19. 

Pada kuartal kedua 2021, BTPN Syariah telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp10,05 triliun, tumbuh 15% (YoY), dibanding periode sebelumnya Rp8,74 triliun. 

Pertumbuhan di saat pandemi ini tetap mengedepankan kualitas pembiayaan yang sehat dengan menjaga  NPF (Non Performing Financing) di posisi 2,4%.

Direktur Utama BTPN Syariah Hadi Wibowo mengatakan bahwa perseroan terus menjalin komunikasi dengan para nasabah pembiayaan. Pendampingan terus dijalankan. Berbagai program reward dan aktifitas sosial untuk nasabah, keluarga, dan lingkungan sekitar mereka seperti bantuan pendidikan untuk anak-anak nasabah tetap dijalankan. 

Dalam kondisi terbatas, dengan dibantu oleh petugas di lapangan, nasabah pembiayaan turut diberikan pelatihan secara online, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka dalam menyiasati pandemi yang berkepanjangan. I

Di sisi karyawan, perhatian bank turut ditingkatkan. Sebagai aset perusahaan, kesehatan karyawan menjadi poin penting dalam melakukan pelayanan sepenuh hati terhadap nasabah yang membutuhkan. 

Perhatian ini dimulai dari pemberian perlengkapan bekerja kala pandemi, sampai dengan program vaksin karyawan beserta keluarga, pemberian bantuan obat-obatan bagi yang terpapar virus, dan penggunaan telemedicine. 

Program untuk karyawan  juga dilakukan di kelas-kelas pembelajaran online, yang dikemas untuk membuat karyawan tepat menghadapi kondisi yang tak diinginkan.   

“Membangun hubungan yang intensif dan memahami kebutuhan nasabah di masa pandemi ini merupakan salah satu kunci untuk tetap menjaga semangat optimisme nasabah prasejahtera, sehingga mereka merasa selalu memiliki pendamping. Lewat interaksi tersebut, menjadi kesempatan bagi kami untuk bisa memahami kebutuhan mereka dengan baik, misalnya perpanjangan angsuran, maupun mereka yang membutuhkan pembiayaan tambahan ketika melihat adaya potensi usaha yang cocok di masa pandemi. Inilah yang kami sebut pelayanan dari dan sepenuh hati” tutur Hadi Wibowo, Direktur Utama BTPN Syariah. 

Di sisi lain, Bank juga akan terus mengembangkan berbagai inovasi teknologi agar nasabah di segmen ini lebih efektif dalam bertransaksi, dengan menyesuaikan kemampuan beradaptasi mereka. 

“Kami menyiapkan aplikasi teknologi yang mengoptimalkan peran nasabah inspiratif BTPN Syariah yakni mereka yang telah tumbuh bersama kami dengan siklus pembiayaan yang panjang, sebagai mitra bank, yang kami sebut Mitra Tepat," tandasnya. 

Sampai akhir Juni 2021, Bank masih memiliki rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) yang kuat di posisi 52%, jauh di atas rata-rata industri. Total aset tumbuh 14% (YoY) menjadi Rp 17,41 triliun dari Rp 15,27 triliun.  Dana pihak ketiga tumbuh 12% (YoY) menjadi Rp 10,61 triliun dari Rp 9,46 triliun. Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp770 miliar. (RO/E-1)
 

BERITA TERKAIT