26 July 2021, 00:00 WIB

Ekonom: Dampak PPKM Level 4 tidak Sedalam PSBB 2020


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PPKM darurat yang diikuti dengan PPKM level 4 yang diberlakukan oleh pemerintah ditujukan untuk menekan penyebaran kasus covid-19 di pulau Jawa-Bali yang sedang mengalami tren peningkatan. Pemberlakuan PPKM darurat dan PPKM level 4 berpotensi menekan laju pertumbuhan ekonomi nasional pada 2021 menjadi di kisaran 3%-3,5%.

Itu dikatakan ekonom Bank Permata Josua Pardede, dihubungi Minggu (25/7). Sektor-sektor yang sangat terdampak dari kebijakan tersebut di antaranya pariwisata, ritel, hingga transportasi udara. "Namun demikian, kami memperkirakan dampak terhadap perekonomian tidak lebih dalam jika dibandingkan dengan dampak PSBB tahun 2020 seiring beberapa sektor esensial yang diperbolehkan untuk beroperasi dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Pemerintah juga melakukan refocusing anggaran PEN dengan perpanjangan penyaluran Bantuan Sosial Tunai, perpanjangan stimulus program ketenagalistrikan, percepatan penyaluran BLT desa, serta percepatan penyaluran PKH dan Kartu Sembako yang diharapkan membatasi penurunan konsumsi masyarakat. Di sisi lain, meskipun insentif usaha merupakan salah satu bagian yang dikurangi proporsinya untuk kesehatan dan bantuan sosial, pemerintah perlu mengakselerasi penyerapan dari insentif usaha di kuartal III, agar pelaku usaha tidak terdampak lebih jauh dan menghindari PHK yang signifikan. 

Menurut Josua, meskipun konsumsi masyarakat diperkirakan akan kembali melambat khususnya pada kuartal III 2021, dengan berbagai alokasi anggaran PEN secara khusus tambahan anggaran program perlindungan sosial dan kesehatan diharapkan pertumbuhan konsumsi masyarakat masih akan tetap tumbuh positif. Ia memperkirakan secara keseluruhan tahun ini pertumbuhan konsumsi masyarakat dalam kisaran 2,5%-3%.

Baca juga: Pemerintah Gelontorkan Insentif untuk Penyewa Toko di Mal

Jika pemerintah berhasil melandaikan kasus pada fase gelombang kedua saat ini, pemulihan ekonomi diperkirakan kembali berlanjut setidaknya pada kuartal IV 2021. Proyeksi awal pihaknya di awal tahun bahwa pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 di kisaran 4% yang belum memasukkan dampak gelombang kedua covid-19. (OL-14)

BERITA TERKAIT