22 July 2021, 20:25 WIB

Unicorn Siap IPO, BRI Yakin Right Issue Jumbo Diserap Maksimal


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meyakini aksi korporasi right issue 28 miliar lembar saham dengan mekanisme Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) bisa terserap baik di pasar.

Direktur Keuangan BRI Viviana Dyah Ayu Retno mengatakan langkah tersebut didukung investment thesis dan value proposition yang berbeda dengan unicorn, seperti Bukalapak atau GoTo, yang siap melakukan penawaran umum perdana (IPO).

"Kami tetap yakin dengan investment thesis dan value propotition. Ini berbeda dari teman-teman unicorn. Sehingga, bisa mengeksekusi transaksi ini dengan baik dan right issue dapat terserap optimal," ujar Viviana dalam konferensi pers virtual, Kamis (22/7).

Baca juga: Agenda RUPSLB BRI tidak Bahas Pengunduran Diri Ari Kuncoro

Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto menjelaskan value propotition yang dibentuk perseroan dengan menawarkan sinergi pada pilihan produk keuangan. Tujuannya, memenuhi kebutuhan segmen ultra mikro.

Sementara itu, untuk investment thesis yang dilakukan BRI dengan menargetkan 45% komposisi mikro bisnis pada 2025. "Yang tidak kalah penting, kita harapkan dengan adanya ekosistem yang terintegrasi akan memudahkan segmen ultra mikro dapat naik kelas ke segmen mikro," jelas Budi.

Baca juga: Imbas PPKM, BI Perkirakan Pertumbuhan Kredit Lebih Rendah

Direktur Utama BRI Sunarso menyebut segmen ultra mikro diidentifikasi sebagai sumber pertumbuhan baru. Ekosistem ini akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi engusaha segmen ultra mikro.

Sehingga, memungkinkan mekanisme naik kelas ke nasabah mikro lebih tertata dengan baik. Rencana ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam RPJMN 2020–2024, yaitu mendorong inklusi keuangan.(OL-11)


 

BERITA TERKAIT