22 July 2021, 20:16 WIB

Luhut Ungkap Pengembangan Industri Baterai Lithium dapat Tekanan Asing


Faustinus Nua | Ekonomi

MENTERI Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan bahwa pengembangan industri baterai lithium di Tanah Air mendapat tantangan dari pihak asing. Proyek yang berpotensi menjadikan Indonesia produsen nomor satu dunia penyedia energi bagi mobil listrik itu terus ditekan.

"Sekarang aja misalnya lithium bateray, dikatakan karena kita sudah bangun kita mulai ditekan-tekan kenapa gak dikasikan keluar," ungkapnya dalam konferensi pers Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri pada Sektor Pendidikan, Kamis (22/7).

Luhut mengatakan bahwa tidak ada negara maju yang ingin melihat negara berkembang seperti Indonesia menjadi negara maju. Padahal potensi pengembangan baterai lithium bisa menghasilkan nilai tambah yang berlipat ganda dari pada hanya sakadar menyediakan bahan mentahnya.

Baca juga: Pengamat : PMN Rp72,44 Triliun untuk 12 BUMN Sudah Tepat

"Kan kita yang punya raw material, kapan kita mau menikmatinya, rakyat Indonesia? Kapan kita ngembangin teknologi-nya, kok di mereka aja. Jadi value added itu kan nilainya jauh lebih tinggi bisa 10 kali dari pada di hulunya," jelasnya.

Dengan demikian, dia menyampaikan bahwa sudah saat Indonesia mengandalkan kemampuannya sendiri. SDM yang dimiliki bangsa ini sebenarnya mampu untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri, tidak bergantung pada asing.

"Jadi kita sendiri harus memajukan diri kita, kalau berharap negara maju membimbing kita jadi negara maju itu ndak akan pernah kejadian," tuturnya.

Adapun, Luhut menyampaikan bahwa pemerintah terus mendorong agar produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pengadaan barang dan jasa pemerintah di berbagai bidang akan mengutamakan PDN dengan pemanfaatan TKDN, sehingga Indonesia bisa jadi bangsa yang mandiri.(OL-4)

BERITA TERKAIT