22 July 2021, 04:00 WIB

Simak, Ini Ide Jualan Produk Online Terlaris di 2021


Nur Aivanni | Ekonomi

PENJUALAN via online shop, marketplace, atau pun e-commerce makin menuai Rupiah di tengah pandemi.

Per Februari, Bank Indonesia mencatat nominal transaksi penjualan secara daring mencapai Rp27,2 triliun atau naik 45,28 persen year on year. Volume penjualannya pun mencapai 174,6 juta transaksi atau melonjak 107,1 persen yoy. Sektor ini pun diprediksi akan mencapai total transaksi Rp337 triliun tahun ini atau tumbuh 33 persen.

Untuk menjadi bagian pengambil manisnya untung jualan daring, Anda perlu mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, menimbang untung rugi pemilihan jenis toko daring itu, yang secara teknis lebih mudah membuat lapak di marketplace atau via memakai akun di media sosial lantaran tak mengeluarkan biaya.

Kedua, metode penjualan, apakah menjadi penjual langsung, reseller (membeli barang lebih dulu sebelum menjual kembali), atau dropshipper (perantara antara penjual lain dengan pembeli tanpa perlu membeli produk lebih dulu). Dalam hal ini, BPS mencatat 82,51 persen pelaku e-commerce memilih menjadi penjual langsung. Sisanya, 15,97 persen reseller dan 1,52 persen dropshipper.

Ketiga, yang tak kalah penting adalah pemilihan barang yang hendak dijual. Pada tahap ini, memahami tren produk akan jadi kunci. Dan jangan lupa, padukan dengan search engine optimizing (SEO).

1. Kuliner
Laporan Statistik e-Commerce 2020 yang diterbitkan BPS menyebut 30,95 persen penjual daring bergerak di bidang makanan, minuman, dan bahan makanan.

Banyaknya penjual makanan ini tak lepas dari sejumlah faktor, di antaranya jumlah penduduk RI yang besar. Ada 270 juta lebih perut yang harus diisi! Tak heran jika BPS mencatat bahwa 56,6 persen produk domestik bruto Indonesia disumbangkan oleh konsumsi rumah tangga, yakni Rp8.966 triliun. Dari angka itu, sekitar 49 persen-nya merupakan konsumsi makanan.

Di samping itu, keragaman budaya memicu variasi kuliner dan bumbu serta bahan makanan yang luar biasa besar. 
Keuntungan di bidang ini adalah kemudahannya dalam mengatur skala produk, berbeda dengan, misalnya, bidang fashion yang memerlukan modal dan skala tertentu.

Terlebih, usaha ini di masa pandemi dipermudah dengan keberadaan layanan pesan antar daring, seperti Go-Food, GrabFood, serta aturan pembatasan makan di luar selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

2. Fesyen
Pencarian di Google menggambarkan produk fesyen memiliki konsistensi di hari-hari biasa dan tren menguat di periode tertentu, seperti jelang hari raya.

Untuk memulai bisnis ini, Anda bisa memulainya dengan menjadi reseller atau dropshipper terlebih dahulu. Catatannya, Anda perlu memilih produsen produk yang berkualitas bagus. Jika toko sudah berkembang dan memiliki kenalan pemasok, menjadi penjual langsung adalah karier level selanjutnya.

a. Pakaian wanita & pria

Meski kadang bermasalah dengan ukuran dan bentuk asli, pembelian pakaian secara online tetap jadi idola saat iseng menjelajahi dunia maya. Selain merupakan salah satu kebutuhan pokok, perubahan tren tiap tahun membuat variasi produknya menjadi luar biasa banyak dan memicu orang untuk tak terus mencari hal baru.

b. busana muslim

Prospek produk ini terkait dengan pencarian pakaian jenis ini meningkat menjelang Hari Raya Idulfitri. Terlebih, Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbanyak di dunia.

Berdasarkan data Google Trends, pencarian terhadap produk “baju koko” & “gamis lebaran” mengalami peningkatan drastis setiap tahun saat bulan Ramadhan.

Anda juga perlu mempertimbangkan tren pakaian muslim terkini lantaran tren yang terus berubah. Misalnya, 2019 diramaikan dengan model gamis abaya, tunik; 2020 tren agak bergeser ke gamis dan kaftan.

c. Sepatu

Produk alas kaki bisa menjadi ide jualan online lantaran banyaknya pencarian berdasarkan kebutuhan maupun tren. Misalnya, produk sneakers yang secara stastistik di Google Trends kecenderungan pencariannya nya terus meningkat, terutama pada 2020.

Meski begitu, seperti pakaian, Anda juga tetap harus mempertimbangkan jenis sepatu yang sedang nge-hits.

Opsi lainnya adalah menyediakan produk limited edition yang diburu para kolektor. Jaringan yang kuat kepada pemasok diperlukan untuk menekan harga dan memperoleh pasokan primer. Jika sabar, keuntungan berlebih dibanding sepatu biasa bisa didapat.

d. Jam tangan

Tak terkecuali jam tangan, trennya tiap tahun ikut berubah meski pada dasarnya pembelian didasarkan pada kebutuhan pada petunjuk waktu. 

Tren jam tangan tak hanya soal model. Merek tertentu bisa sangat mendominasi sepanjang tahun, untuk kemudian diganti oleh merek lainnya di tahun berikutnya. Misal, pencarian dengan kata kunci 'jam tangan hublot' banyak dilakukan pada 2020. Begitu pula dengan jam tangan Garmin yang lebih sporty.

Namun, Anda bisa saja berpatokan pada model dan merek klasik yang tak lekang digerus tren.

3. Gawai/Ponsel
Pembelian gawai atau gadget, seperti smartphone, bukan hanya soal kebutuhan. Biasanya, orang membeli gadget baru sekitar 2 tahun sekali. Keluaran produk baru setiap tahunnya lantas menggoda orang untuk mengeluarkan dana meski tak butuh-butuh amat.

Keuntungan penjualan gawai ini adalah potensi untung dari produk turunan atau aksesoris. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pencarian 'casing hp' dan 'earphone' di Google. 

Harbolnas 2019 pun mengungkapkan bahwa produk ponsel dan aksesorisnya menjadi yang paling laku.

Terlebih, kian banyak kebutuhan praktis terkait aksesoris ponsel belakangan ini. Contohnya, holder HP untuk ojek online atau taksi online.

Pengetahuan soal pemasok barang yang tepat bisa memaksimalkan keuntungan.

4. Peralatan Rumah Tangga
Pada awal tahun 2021, Tokopedia mencatat peralatan rumah tangga jadi produk yang paling laku. Senada, Google mencatat penggunaan keyword, misalnya, 'bedcover', selalu mengalami kenaikan yang stabil.

Selain itu, beberapa produk peralatan rumah tangga yang paling banyak dicari orang di antaranya adalah sprei, kompor gas, blender, dan bantal atau guling. Anda juga bisa menjual produk dekorasi rumah.

5. Perlengkapan Bayi dan Anak
Berdasarkan data Dukcapil, pada periode November 2020 hingga Februari 2021 jumlah pertambahan penduduk Indonesia alias bayi yang baru lahir mencapai 501.319 jiwa. Angka ini merupakan potensi pasar yang besar. Buktinya, kata kunci 'perlengkapan bayi' memiliki volume yang besar di pencarian Google. Terlebih, saat ini pasangan muda banyak yang melek teknologi.

Tak cuma pakaian, sejauh ini beberapa perlengkapan bayi yang laris manis di toko online di antaranya adalah mainan bayi, tempat makan bayi, dan juga tas perlengkapan bayi untuk travelling. Tak ketinggalan, popok bayi atau diapers jadi barang wajib banyak bayi di Indonesia. 

Potensi pasar tak berhenti saat bayi beranjak menjadi anak-anak. Ragam kebutuhan tetap menyertai tumbuh-kembang mereka.

Melihat potensi pasar yang besar dan banyaknya permintaan akan kebutuhan perlengkapan bayi dan anak, Anda bisa mengambil kesempatan ini untuk bisnis online.

6. Mainan
Salah satu marketplace menyebut produk gim konsol mengalami peningkatan permintaan di masa pandemi. Ini terkait dengan berbagai pembatasan mobilitas dan pilihan untuk tetap di rumah. 

Tak cuma gim konsol seperti Plasytastion dan Nintendo, mainan Lego, da action figure juga banyak peminat yang tak mengenal usia. Ya, bapak-bapak pun membelinya sebagai koleksi.

Penggunaan foto yang keren dan resolusi tinggi pada display akan semakin meningkatkan ketertarikan anak hingga orang dewasa pada produk yang dijual. Dan jangan lupa, cantumkan informasi detil soal produk mainan Anda, terutama jika itu barang elektronik. (OL-7)

BERITA TERKAIT