21 July 2021, 12:55 WIB

Duh, Masih Ada Tunggakan Biaya Isoman Hotel Rp196 Miliar


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KETUA Perhimpunan Hotel dan restoran (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, pemerintah pusat masih menunggak pembiayaan isolasi mandiri (isoman) di hotel sebesar Rp196 miliar. Seperti diketahui, pemerintah telah menggratiskan program isolasi mandiri di hotel sejak 2020 kepada pasien covid-19 tanpa gejala.

"Sampai saat ini belum dibayar. Ada sekitar Rp196 miliar untuk isoman yang sedang berproses (pembayaran) untuk 21 hotel di Jakarta," kata Hariyadi dalam konferensi pers virtual, Rabu (21/7).

Dia menuturkan, saat ini proses pembayaran masih dalan tahapan approval atau persetujuan dari Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan. Setelah itu, baru dilanjutkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Karena awalnya order-nya dari sana, permintannya dari BNPB lalu disalurkan ke daerah," terang Hariyadi.

Dia juga meminta, agar kedepan pembayaran untuk program isoman di hotel lebih baik lagi atau dengan kata lain tidak menunggak besar. Menurutnya, pemerintah daerah bisa membantu membayar tagihan ke hotel-hotel yang ditunjuk sebagai tempat isoman bagi pasien covid-19.

Hariyadi pun mencontohkan apa yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Mereka dikatakan mau membayar biaya untuk program isoman di hotel yang berada di Bandung.

"Kalau pemerintah mau bekerjasama lagi, kami mintanya pola pembayaranya itu yang baik. Seperti di Bandung untuk hotel isoman, itu dibayarnya oleh pemprov. Jadi, dibayar 50% dulu dan pembayarannya dua minggu sekali," jelasnya.

Di satu sisi, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) itu juga mengungkapkan, jumlah pasien covid-19 tanpa gejala yang ingin menjalankan isoman di hotel dengan pembayaran pribadi sudah jarang alias tidak ramai.

"Pada kenyataannya yang isoman hotel (secara pribadi) itu justru sedikit, tidak banyak. Hal ini dikarenakan lebih banyak isoman di rumah, lebih bisa mengantisipasi," tandas Hariyadi. (Ins/E-1)

BERITA TERKAIT