17 July 2021, 08:10 WIB

Bakamla-ESDM Pacu Pemanfaatan Sumber Daya Migas di Natuna Utara


Cahya Mulyana | Ekonomi

BADAN Keamanan laut (Bakamla) RI dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI akan bekerja sama untuk menjaga keamanan sumber daya migas di perairan perbatasan Laut Natuna Utara. Tujuannya agar dapat dimanfaatkan guna kesejahteraan rakyat.

Hal tersebut disepakati oleh Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Aan Kurnia dan Menteri ESDM Arifin Tasrif saat melaksanakan komunikasi melalui saluran video teleconference di dua tempat berbeda, yakni Kementerian ESDM dan Markas Besar Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta.

Pada kegiatan teleconference, Kepala Bakamla RI didampingi oleh Sestama Bakamla RI Laksda Bakamla S. Irawan, Deputi Jakstra Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, Plt. Deputi Inhuker Laksma Bakamla Erry Herman, Direktur Kerja sama Laksma Bakamla Bambang Irawan dan Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito. Sedangkan Menteri ESDM didampingi oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Tutuka Ariadji dan Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto.

Laksdya TNI Aan Kurnia menginisiasi rapat terbatas tersebut untuk membahas lebih dalam keamanan sumber daya migas yang berada di Laut Natuna Utara. Agenda lainnya berupa pembicaraan berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi Bakamla RI.

Kepala Bakamla RI itu menjelaskan bahwa kapal Bakamla RI secara terus menerus menggelar kekuatan di perairan perbatasan Laut Natuna Utara yang didukung TNI AL. "Guna mengantisipasi eskalasi kapal negara asing daerah eksplorasi migas di perairan perbatasan laut Natuna Utara, Bakamla RI bersama TNI Al berkoordinasi untuk melaksanakan patroli mengamankan daerah tersebut,” kata Laksdya TNI Aan Kurnia dalam keterangannya, Sabtu (17/7).

Baca juga:  Bakamla: Perlu Program Bela Negara untuk Nelayan di Natuna Utara

Aan Kurnia mengatakan keamanan maritim sangat kompleks khususnya dalam pengamanan kegiatan ekonomi di laut seperti eksplorasi migas. Sinergitas menjadi utama antara Bakamla dengan Kementerian ESDM.

"Melalui MoU antara Bakamla RI dan ESDM, Bakamla RI dapat menyusun rencana operasi kontijensi mengantisipasi adanya eskalasi kapal negara asing di perairan perbatasan negara lain," ucapnya.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menyambut baik MoU ini. Bahkan, menurut dia, Kementerian ESDM seharusnya menjadi inisiatornya.

"Kami mengapresiasi apa yang telah dilakukan Bakamla RI dalam mengamankan perairan di daerah perbatasan,” kata Arifin.

MoU Kementerian ESDM dengan Bakamla diharapkan dapat mendukung program-program eksplorasi migas diwilayah perbatasan dengan negara asing.

“Ini kita sambut baik sekali,” ujar Arifin.(OL-5)

BERITA TERKAIT