15 July 2021, 19:24 WIB

PT Kliring Berjangka Indonesia Raih 4 Penghargaan Akhlak Award 2021


Ghani Nurcahyadi | Ekonomi

PT Kliring Berjangka Indonesia  berhasil meraih penghargaan di Ajang Akhlak Award 2021.  Ajang Penghargaan yang dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir pada Kamis, 15 Juli 2021 ini merupakan penghargaan kepada Badan Usaha Milik Negara atas implementasi Core Values BUMN yaitu Akhlak, yang terdiri dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyak, Adaptif dan Kolaboratif. 

Dalam ajang ini, KBI memperoleh 4 penghargaan dari 6 kategori yang ada, yaitu meliputi Runner Up Kategori Amanah, Runner Up untuk Kategori Kompeten, Runner Up untuk kategori Adaptif, serta Runner Up untuk kategori Kolaboratif. 

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia Fajar Wibhiyadi mengatakan, perolehan penghargaan ini tentunya merupakan hasil kerja keras dari seluruh jajaran di KBI. 

“Terkait core values BUMN, tentunya sudah menjadi tanggung jawab seluruh karyawan untuk mengimplementasikan core value tersebut, serta membumikannya dalam budaya kerja perusahaan. Dan dalam perjalanan 1 tahun implementasi Akhlak, KBI telah mengimplementasikan core values tersebut, baik Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif serta Kolaboratif,” kata Fajar alam keterangan tertulisnya.

Acara Akhlak Award 2021 merupakan momentum untuk melakukan evaluasi sejauh mana keberhasilan implementasi core values akhlak sejak digulirkan 1 Juli 2020 kepada seluruh BUMN bersama dengan anak perusahaan. 

Adapun pemberian Award ini didasarkan pada hasil riset pengukuran indeks kesehatan budaya kerja Akhlak yang telah dilakukan selama periode September 2020 hingga Juli 2021. 

Baca juga : Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM dengan Industri Besar Sepeda

Terkait penilaian, metode pemetaan dan pengukuran Akhlak tersebut menggunakan Akhlak Culture Health Index, yang dilakukan oleh ACT Consulting secara daring dengan melakukan survey langsung kepada karyawan di BUMN yang menjadi nominasi.

Menteri BUMN Erick Tohir dalam sambutannya di ajang Akhlak Award 2021 ini mengatakan,  BUMN harus bisa beradaptasi dengan baik, bahkan berkompetisi secara global. Dia juga meminta agar BUMN tidak 'bersantai' terlalu lama di zona nyaman. 

“Akhlak ini sebagai core value, ini pijakan untuk naik kelas, berkompetisi, adaptif dan keluar dari comfort zone. Serta meninggalkan mindset BUMN akan selalu diselamatkan kalau berkinerja buruk atau berkasus,” kata Erick Thohir. 

Jika tidak berubah, lanjut Erick Thohir, BUMN bisa saja mengalami keruntuhan. Runtuhnya BUMN akan berdampak buruk kepada layanan masyarakat, yang harusnya bisa didapatkan dengan mudah. 

“Mindset ini harus kita tinggalkan. Tidak lagi di comfort zone. Kalau BUMN ini rubuh banyak kehilangan public service yang selama ini membantu rakyat Indonesia pada kondisi kritikal. Dengan berlandaskan filosofi Akhlak, kita sebagai pemerintah jangan pernah lelah melayani rakyat, melayani semua. Dan jangan jadi bagian birokrat yang menyulitkan,” tegasnya.

Selanjutnya, Fajar Wibhiyadi mengatakan, kedepan, KBI akan terus meningkatkan implementasi core values Akhlak ini dalam tata kelola korporasi. Untuk itu, pengembangan SDM akan menjadi kunci dalam keberhasilan implementasi ini. 

“Terkait pengembangan SDM, KBI juga telah menyusun road map jangka panjang, untuk menciptakan sumberdaya manusia yang handal, serta memiliki akhlak yang baik,” pungkasnya. (RO/OL-7)

BERITA TERKAIT