15 July 2021, 10:55 WIB

Dukung Pertumbuhan E-Commerce, Shipper Siapkan Gudang Berbasis Digital


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI covid-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia selama hampir dua tahun terakhir ini memang telah memunculkan kebiasaan baru. Salah satunya dalam hal transaksi jual bel.

Masyarakat kini memilih melakukan transaksi via online. Alhasil bisnis e-commerce pun seperti mendapat durian runtuh. Sektor e-commerce bahkan telah menjadi sektor utama dalam kegiatan ekonomi dan menciptakan demand yang sangat besar untuk layanan logistik pengiriman barang. Berbagai penyedia jasa logistik mencatatkan peningkatan pengiriman barang semenjak pandemi hingga 30%, termasuk di masa PPKM darurat saat ini.

Baca juga: Hadapi Ledakan E-Commerce, Startup Tawarkan Solusi Sektor ...

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyampaikan bahwa proyeksi nilai transaksi e-commerce pada 2030 akan meningkat.  “E-commerce akan menguasai lebih dari 34% pasar digital Indonesia pada 2030, yaitu Rp1,908 triliun. Hal ini akan diikuti oleh industri yang mengiringinya, seperti layanan pelaku bisnis kepada mitra usahanya (Business to Business/B2B) sebesar Rp763 triliun, termasuk kegiatan logistik dan supply chain. Ini adalah layanan yang akan membuka mata rantai tersendiri dalam ekonomi digital kita,” ungkap Lutfi.

Pesatnya pertumbuhan e-commerce turut mendongkrak kebutuhan layanan logistik pergudangan dan fulfillment centers seperti yang dialami Shipper Indonesia.  Budi Handoko, Co-Founder dan COO Shipper Indonesia mengungkapkan, memasuki kuartal 1 2021, perusahaannya telah mengelola sekitar 161 gudang dengan total luasan lahan lebih kurang 400.000 m2, sedangkan di akhir kuartal 2 2021 bertumbuh menjadi 222 gudang dengan total luas lahan mendekati 600.000 m2 yang tersebar lebih dari 35 kota di seluruh Indonesia.

"Peningkatan kapasitas pergudangan Shipper berbanding lurus tidak hanya dengan peningkatan arus barang dari sektor e-commerce, namun juga dengan meningkatnya kebutuhan para klien korporasi yang memilih Shipper sebagai operator pergudangan mereka," ungkapnya.

Diakuinya, pandemi covid-19 telah melemahkan banyak sektor perekonomian sehingga mendorong banyak korporasi untuk mencari solusi logistik yang lebih efisien agar mereka dapat bertahan dengan berfokus kepada kegiatan produksi dan pemasaran mereka. “Ke depannya kami akan terus berinovasi dalam mengelola layanan pergudangan dengan mengedepankan teknologi digital,” ujar Budi.

Sebelumnya diberitakan bahwa Amazon  meluncurkan sistem manajemen pergudangan yang mengedepankan teknologi robotic untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pengelolaan yang canggih dan ekonomis.

“Shipper berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pengalaman logistik terbaik bagi pelaku usaha e-commerce maupun pelanggan korporasi kami dengan terus membangun jaringan dan solusi logistik digital yang terintegrasi. Hal tersebut dapat kami lakukan dengan berkolaborasi bersama mitra-mitra kami melalui teknologi dan data. Dengan layanan Shipper, kami berharap untuk dapat menekan biaya logistik 15 hingga 20% bagi pelanggan-pelanggan kami,” jelas Budi. (RO/A-1)

 

BERITA TERKAIT