14 July 2021, 11:18 WIB

Sri Mulyani: Pajak Simbol Gotong Royong


M Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi

PAJAK merupakan simbol kegotongroyongan bangsa, utamanya di tengah krisis akibat pandemi covid-19. Pajak memainkan dua peran yakni sebagai sumber penerimaan negara dan juga sebagai stimulus fiskal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Upacara Peringatan Hari Pajak ke-76 secara virtual, Rabu (14/7).

"Pajak menjadi simbol dari kegotongroyongan. Pada saat masyarakat kita sulit, pada saat dunia usaha menghadapi malapetaka akibat covid-19, kita memberikan dukungan kepada rakyat, kita melindungi mereka, kita memberikan insentif, dan ruang untuk mereka pulih kembali," ujarnya.

Sebagai salah satu instrumen keuangan negara, kata Sri Mulyani, pajak menjadi penentu kuatnya APBN yang berperan menahan pelemahan ekonomi. Pada 2020, penerimaan perpajakan tercatat tumbuh -9% dan penerimaan pajak tumbuh -12%.

Hal itu menyebabkan penerimaan negara turun di saat belanja negara mengalami kenaikan signifikan. Hasilnya, ekonomi Indonesia di 2020 tercatat tumbuh -2,1%, relatif lebih kecil dibanding negara-negara lain yang turut terimbas pandemi.

"Ini adalah suatu konsekuensi di dalam mengelola keuangan negara dalam kondisi pandemi. Kita terus berupaya untuk memulihkan ekonomi, kita menggunakan segala daya upaya. Namun kita berhadapan dengan virus," ungkap Sri Mulyani.

Baca juga: Anggota DPR Ingatkan Pemerintah Tak Bebani Rakyat dengan Pajak Beragam

Kendati berada di tengah ancaman dan ketidakpastian, pegawai pajak diminta untuk tetap memupuk optimisme dalam menjalankan tugas negara. Optimisme tersebut dapat dibangun melalui peningkatan kualitas dan kapasitas amtenar pajak dalam menjalankan fungsinya.

"Kewaspadaan adalah sikap yang sama pentingnya untuk bisa melihat seluruh elemen, risiko, dan kesempatan. Kita juga harus memiliki sikap kerendahan hati. Ini yang saya harapkan dari seluruh jajaran DJP pada saat kita menavigasi situasi yang luar biasa," pinta Sri Mulyani.

Hal itu diperlukan guna mempersiapkan diri kala pandemi usai dan aktivitas ekonomi kembali berada di level normal. Pegawai pajak, mesti bisa mengoptimalkan penerimaan negara untuk mendorong penyehatan APBN.

"Pada saat mereka nanti akan pulih kembali, pada saat itu kita kembali juga akan melakukan tugas negara, mengumpulkan kembali penerimaan pajak untuk meneruskan usaha pembangunan Indonesia," pungkas Sri Mulyani.(OL-5)

BERITA TERKAIT