13 July 2021, 20:06 WIB

Cegah Pandemi Covid-19, Inovasi Perkantoran dengan Ruang Sehat dan Hemat Energi


mediaindonesia.com | Ekonomi

PANDEMI Covid-19 tidak hanya merenggut nyawa manusia. Hampir setiap negara di dunia mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah kecuali untuk keperluan mendesak.

Bahkan, pemerintah akhir pekan lalu mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di 15 daerah luar Jawa-Bali.

Dengan kebijakan itu, kegiatan-kegiatan pada sektor esensial hanya boleh 50% work from office (WFO), dan sektor esensial pada sektor pemerintahan hanya 25% maksimal staf WFO, serta 100% maksimal staf WFO untuk sektor kritikal, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Diperbolehkannya berkegiatan untuk sektor esensial dan kritikal itu mendorong perusahaan dan individu memikirkan kembali berbagai inovasi yang menjamin keberlanjutan di segala bidang.

Fakta itu pula yang mendorong gedung perkantoran bersertifikasi LEED (Leadership in Energy and Environmental Design) Platinum dari Farpoint, Sequis Tower, untuk terus menghadirkan inovasi mewujudkan ruang kerja sehat dan berkelanjutan di tengah pandemi.

"Sequis Tower hadir dengan solusi inovatif dan berkelanjutan terutama bagi perusahaan multinasional yang memerhatikan kesejahteraan seluruh karyawannya, termasuk kesehatan di masa pandemi saat ini," ujar Chief Operating Officer (COO) Farpoint Widijanto Liem dalam keterangan resminya, Selasa (13/7).

Ia menjelaskan menurut survei BCG, pandemi Covid-19 membawa perubahan perilaku konsumen, khususnya dalam menyikapi isu lingkungan.

Survei itu juga mencatat semakin banyaknya masyarakat yang peduli atas isu-isu keberlanjutan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Berbagai industri saat ini mengadopsi sustainability untuk menjawab tuntutan konsumen dan karyawan. Baik itu melokalisasi rantai pasokan, meningkatkan transparansi, mengadopsi teknologi, ataupun mengurangi limbah. "Agenda sustainability pun jadi semakin penting dan signifikan di mata masyarakat," kata Widijanto.

Menjawab kebutuhan itu, Sequis Tower didesain dengan mempertimbangkan konsumsi energi efisien, mulai dari lobi hingga lantai tertinggi.

“Sistem pencahayaan dan peredupan dengan sensor gerak, dirancang untuk mengurangi konsumsi listrik. Fasad berlapis ganda pada bangunan dihadirkan untuk mengontrol penyerapan panas matahari hingga 30%,” paparnya.

Seluruh tenant dan pengunjung dapat menikmati udara segar yang sudah tersaring dengan baik, termasuk kecanggihan pintu otomatis, sistem parkir, serta toilet dengan pintu sensor otomatis untuk menjamin higienitas di Gedung Sequis Tower.

"Selain untuk memajukan bisnis, inovasi ini hadir untuk mewujudkan berbagai manfaat berkelanjutan ke dunia dan masyarakat. Dengan solusi berkelanjutan dari Sequis Tower, perusahaan multinasional dapat mewujudkan misinya membangun teknologi, inovasi, serta sumber daya manusia yang berdampak positif bagi bisnis dan keberlanjutan lingkungan yang baik sebagai bagian upaya mencegah penyebaran virus Covid-19," ujar Widijanto Liem.

Sequis Tower merupakan gedung perkantoran International Grade A di Sudirman CBD. Bangunan ini jadi salah satu gedung pertama di Indonesia yang meraih LEED Platinum Rating.

American Institute of Architects International Region Awards 2020 menganugerahkan gedung Sequis Tower dengan dua penghargaan di sektor desain dan sustainability. Sequis Tower juga memenangi MIPIM Asia Award berkat keunggulan dan inovasinya dalam industri real estate di Asia. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT