08 July 2021, 17:45 WIB

Istana Optimistis Peringkat RI Kembali Naik dalam Dua Tahun


Andhika Prasetyo | Ekonomi

BANK Dunia menurunkan peringkat Indonesia dari negara berpenghasilan menengah ke atas menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah.

Penurunan itu disebabkan Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia pada 2020 berada di level US$3.870, atau lebih rendah dari capaian pada 2019 sebesar US$4.050. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menilai penurunan GNI tidak terlepas dari dampak pandemi covid-19.

Sebab, pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi pandemi covid-19. Seperti, pembatasan mobilitas untuk aspek kesehatan masyarakat, meski kebijakan itu berdampak negatif pada perekonomian nasional.

Baca juga: Airlangga: Masih Ada Ruang Tingkatkan Hubungan Dagang RI dan AS

"Itu membuat ekonomi kita menurun. Karena terdampak covid-19 yang akhirnya membuat pendapatan per kapita turun menjadi US$3.870," jelas Arif kepada wartawan, Kamis (8/7).

Namun, pihaknya meyakini status Indonesia akan kembali naik ke level berpenghasilan menengah ke atas dalam dua tahun ke depan. Hal itu bisa terjadi jika pertumbuhan ekonomi nasional berada di kisaran 5%-6% per tahun. Dalam hal ini, disertai pertumbuhan penduduk sekitar 1,2% per tahun.

Baca juga: Menkeu: Pendapatan Negara Semester I 2021 Tumbuh 9,1%

"Dengan asumsi seperti itu, tidak dalam waktu yang lama, setahun atau dua tahun ke depan, kita akan kembali ke upper middle income country," imbuh Arif.

Adapun Indonesia bukan satu-satunya negara yang mengalami penurunan kelas di tengah pandemi covid-19. Beberapa negara, seperti Iran dan Samoa, juga mengalami hal serupa.

"Bahkan, Iran mengalami penurunan GNI cukup dalam, yakni dari US$5.240 menjadi US$2.8709," pungkasnya.(OL-11)

 

BERITA TERKAIT