06 July 2021, 19:28 WIB

Percepatan Vaksinasi Dorong Kenaikan Harga Minyak Mentah RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PEMULIHAN ekonomi dunia yang dipengaruhi percepatan program vaksinasi covid-19, ternyata mendorong peningkatan harga minyak utama di pasar internasional selama Juni 2021. 

Adapun rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude price/ICP) naik sebesar US$ 4,74 per barel. Dari US$65,49 per barel pada Mei 2021, kemudian naik menjadi US$ 70,23 per barel pada Juni 2021.

Hal ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 120.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Penetapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2021 yang diteken tanggal 2 Juli 2021. Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, ada beberapa faktor yang memengaruhi peningkatan harga minyak mentah utama di pasar internasional.

Baca juga: Harga Minyak Naik Terimbas Prospek Permintaan Musim Panas

Seperti, menguatnya fundamental pasar minyak mentah yang ditandai dengan peningkatan permintaan minyak mentah di AS, Tiongkok dan Eropa. Kemudian, perbaikan aktivitas ekonomi dunia hasil dari percepatan program vaksinasi covid-19.

"Presiden Iran terpilih yang lebih konservatif, menimbulkan potensi tidak tercapainya kesepakatan atas perjanjian nuklir AS-Iran dan berujung pada tidak terlaksananya rencana penghapusan sanksi kepada Iran. Serta, rencana ekspor minyak mentah Iran," bunyi pernyataan Tim Harga Minyak Indonesia dalam keterangan pers, Selasa (6/7).

Kenaikan juga dialami ICP SLC sebesar US$4,57 per barel, dari sebelumnya US$66,25 per barel menjadi US$70,82 per barel pada Juni 2021. Selain itu, Energy Information Administration (EIA) melaporkan penurunan stok minyak mentah AS pada Juni 2021 yang cukup signifikan, dari 24 juta barel menjadi 452,3 juta barel.

Dalam hal ini, jika dibandingkan periode Mei 2021 (479,3 juta barel) dan level terendah sejak Maret 2020. Serta, penurunan stok gasoline yang di luar perkiraan pada pertengahan Juni 2021. Peningkatan harga minyak mentah internasional juga disebabkan kenaikan permintaan minyak mentah global berdasarkan sejumlah laporan.

Baca juga: Harga Batu Bara Acuan pada Juli ini Tertinggi dalam 10 Tahun

Tecermin dari IEA (International Energy Agency) melalui laporan Juni 2021, yang memperkirakan permintaan minyak global kembali ke tingkat pra-pandemi pada akhir 2022. Itu meningkat sebesar 5,4 juta barel minyak per hari (BOPD) pada 2021 dan 3,1 juta bopd pada 2022.

OPEC melalui laporan Juni 2021, juga menyampaikan permintaan minyak mentah global di kuartal II 2021 YANG meningkat sebesar 11,99 juta bopd (14,4%). Itu dibandingkan catatan kuartal II 2020, dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 5,5% pada 2021.

Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah juga dipengaruhi kenaikan permintaan minyak mentah Tiongkok. Hal itu didorong peningkatan utilisasi kilang di Tiongkok yang mencapai level tertinggi pada Juni 2021 sebesar 82,4%, atau setelah berakhirnya periode pemeliharaan.(OL-11)

BERITA TERKAIT