30 June 2021, 00:20 WIB

Kunjungan Wisatawan Lokal Stabil, Sandiaga : Wisatawan ke Bali 8 Ribu/hari


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, meski kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) anjlok selama kuartal I 2021, namun kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) diklaim stabil. Dia pun mencontohkan, seperti kunjungan domestik ke Bali.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisman sepanjang kuartal I tahun ini sebesar 385.592 kunjungan atau menurun hingga 85,45% dibanding kuartal I 2020 lalu.

Kinerja sektor pariwisata di kuartal 1 2021, wisman anjlok tapi wisatawan lokal mulai stabil. Per hari ini di Bali ada enam ribu hingga delapan ribu per hari (kunjungan wisnus)," kata Sandiaga dalam webinar Core Indonesia, Selasa (29/6).

Menparekraf mengatakan, mobilitas yang naik ini seiring adanya rasa percaya dari wisatawan saat berkunjung ke suatu destinasi, khususnya ke Bali.

Pasalnya, data dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, pada 1-3 Mei mencatat jumlah kunjungan ke Bali masing-masing berada pada angka 4.840, 4.934, dan 4.200 kedatangan.

Sandiaga menambahkam, dengan adanya program vaksinasi covid-19 bisa menggairahkan kembali angka kunjungan ke Pulau Dewata.

"Kami harapkan dengan meningkatnya vaksinasi, wisatawan nusantara dapat meningkat dengan opsi adanya desa wisata dan akselerasi produk ekonomi kreatif," jelas Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Kemenparekraf juga tengah menggodok program paket vaksin wisata di Bali dan destinasi lain. Paket ini diprioritaskan untuk wisatawan nusantara, sedangkan vaksin untuk wisatawan mancanegara akan bekerja sama dengan asosiasi yang dikemas dalam bingkai vaksin mandiri.

Program itu akan terus difinalisasi yang nantinya akan diluncurkan bersama Gubernur Bali I Wayan Koster. Adapun tujuan wsata berbasis vaksin itu bertujuan meningkatkan perekonomian Bali yang terus mengalami kontraksi mendalam akibat pandemi covid-19.

Kemenparekraf mencatat, pada kuartal keempat di 2020, Bali minus 12,21% Sementara pada kuartal kedua 2021, Bali diprediksi minus 6% – 8%. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT