27 June 2021, 22:15 WIB

Pandemi Bikin KFC Indonesia Rugi Besar Rp377 M di 2020


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) yang mengelola Kentucky Fried Chicken (KFC) di Indonesia mencatat kerugian sebesar Rp377,18 miliar sepanjang 2020 di tengah pandemi. Hal itu disampaikan dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Minggu (27/6).

Jumlah tersebut berbanding terbalik di 2019 saat emiten itu membukukan laba sebanyak Rp241,5 miliar. Untuk komisi atas penjualan konsinyasi CD dari PT Jagonya Musik dan Sport Indonesia membukukan Rp57,78 miliar di 2020 atau menurun dari tahun sebelumnya sebanyak Rp94,71 miliar. 

Sedangkan, dari laporan jasa layanan makanan tercatat Rp5,97 miliar di 2020, anjlok dari tahun sebelumnya Rp6,59 miliar. Hingga 31 Desember 2020, KFC mengaku tidak ada pendapatan dari pelanggan secara individual yang melebihi 10% dari total pendapatan. 

Total pendapatan FAST di 2020 sebesar Rp 4,8 triliun atau turun 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 6,7 triliun.

"Pada 31 Desember 2020, perusahaan mempunyai 15.235 karyawan tetap, dibandingkan 2019 sebesar 16.968 karyawan tetap, (tidak diaudit)," tulis manajemen FAST, Minggu (27/6). 

Baca juga : Sepekan Terakhir, IHSG Menguat Tipis

Manajemen KFC Indonesia menyatakan, adanya penurunan daya beli pelanggan, dan kebijakan pemerintah soal pembatasan untuk menahan penyebaran covid-19 mengakibatkan gangguan operasional yang membuat penurunan hebat dalam penjualan.

"Perusahaan mengalami pertumbuhan penjualan yang negatif untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2020 dan mengalami kerugian bersih sebagaimana diungkapkan dalam laporan," jelas manajemen FAST.

KFC Indonesia juga menyatakan mengoperasikan 738 gerai restoran, menurun dari 2019 dari 748 gerai restoran. Adapun, langkah yang diambil perseroan akibat dampaknya rugi yang membesar ialah pengurangan kegiatan pemasaran dan dukungan dana, penurunan biaya dan memperbaiki efisiensi biaya. 

FAST juga mencatatkan liabilitas senilai Rp2,48 triliun dan ekuitas sebesar Rp1,24 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi Rp3,72 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp3,40 triliun. Untuk beban keuangan meningkat menjadi Rp42,16 miliar dari sebelumnya sebesar Rp18,49 miliar. (OL-7)

BERITA TERKAIT