23 June 2021, 17:52 WIB

Lima Bulan Pertama 2021, Transaksi Gunakan QRIS di DANA Meningkat


Mediaindonesia.com | Ekonomi

Layanan dompet digital DANA menyebut pengguna dan transaksi menggunakan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), mengalami peningkatan yang signifikan selama lima bulan pertama 2021.

Baca juga : Dorong Transaksi Digital QRIS untuk Belanja Bulanan.

Hal tersebut disampaikan CEO dan Co-Founder DANA Vince Iswara, yang mengatakan pengguna bulanan aktif (monthly active users/MAU) QRIS di aplikasi DANA meningkat hingga 309 persen. Sementara, transaksi dengan teknologi dari Bank Indonesia ini naik 131 persen.

Baca juga :

"Kenaikan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya adopsi teknologi pembayaran digital, termasuk QRIS di 7,2 juta merchant offline," kata Vince dalam jumpa media secara daring, Rabu (23/6).

Lebih lanjut, fitur kedua yang meraih peningkatan signifikan di DANA adalah fitur Send Money, dengan 91 persen pertumbuhan MAU, dan 99 persen pertumbuhan transaksi. Hal ini ditengarai oleh pengalaman berkirim uang tanpa biaya tambahan dan seamless.

Fitur Pre-paid Mobile juga menjadi pilihan lainnya, dengan kenaikan sebesar 200 persen MAU dan 174 persen transaksi. "Lonjakan konsumsi selama pandemi dan harga yang kompetitif," kata Vince.

Selanjutnya adalah belanja daring (online commerce) dimana MAU meningkat 73 persen dengan pertumbuhan transaksi sebesar 93 persen. Vince memaparkan, hal ini dipengaruhi oleh tren belanja dari rumah yang jadi favorit di masa pandemi, dengan DANA yang juga terintegrasi dengan sejumlah platform belanja daring besar.

Terakhir adalah fitur Biller yang bisa digunakan untuk membayar tagihan bulanan seperti listrik, air, dan lainnya. Fitur ini mengalami kenaikan MAU sebesar 103 persen dengan transaksi yang tumbuh sebesar 93 persen.

Di sisi lain, Vince mengatakan perusahaannya masih akan terus agresif mengembangkan jumlah pengguna dan transaksi. "Kita akan tetap tingkatkan itu lebih progresif lagi, dan semoga tidak harus menunggu enam bulan lagi, karena kita akan banyak use case di lifestyle," jelas Vince.

"Kita masih fokus ke pengembangan, perbaikan produk, dan improve untuk user experience (UX) yang lebih baik ke user. Dan ketika itu lebih stabil, nanti kita akan bicara soal hal yang lebih luas," pungkasnya. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT