23 June 2021, 12:02 WIB

Pelita Samudera Shipping Tebar Dividen US$2,97 Juta


Mediaindonesia.com | Ekonomi

PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) akan menggunakan sebagian laba bersih perseroan pada 2020 sebesar US%8,4 juta untuk dibagikan sebagai dividen. Para pemegang saham perseroan akan mendapatkan dividen tunai  sebesar Rp8 per saham pada  21 Juli 2021.

Pembayaran dividen ini adalah yang kelima sejak Perseroan mencatatkan saham perdananya di Desember 2017. 

"Total dividen sebesar Rp8 per saham mencerminkan 35% dari laba bersih 2020 atau sebesar US$2,97 juta  (setara Rp43,3 milyar). Sementara, sebesar US$421 ribu  (setara Rp6,1 milyar) atau 5% disisihkan untuk dana cadangan Perseroan. Sisa Laba bersih tahun berjalan sebesar US$5,04 juta  atau 60% dicatat sebagai laba yang ditahan Perseroan," demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes dalam keterangan tertulisnya.. 

Perseroan juga telah menyetujui hasil Audit laporan keuangan tahun buku 2020 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Independen Tanudiredja, Wibisana, Rintis dan Rekan (firma anggota jaringan global Pricewaterhouse Coopers). Untuk Tahun Buku 2021, Perseroan akan mendelegasikan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk KAP yang terdaftar di OJK dengan kriteria sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari peningkatan target ekspansi bisnis ke pasar internasional, Rapat juga menyetujui penambahan Anggota Dewan Komisaris, yakni dengan mengangkat Loh Niap Juan sebagai Anggota Dewan Komisaris yang baru. Loh Niap Juan merupakan Chief Corporate Officer dari IMC Group Singapura, bagian dari IMC Group Corporate Strategy untuk investasi portfolio, governance dan manajemen. 

Sebagai praktisi strategi korporasi logistik dan keuangan yang handal,  Niap menambah keberagaman komposisi 4 anggota Dewan Komisaris yang dipimpin oleh Komisaris Utama Independen, Hamid Awaluddin, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di Kabinet Indonesia Bersatu.

Strategi ekspansi armada adalah target Perseroan yang telah dilakukan selama lima tahun terakhir. Langkah ini membuat total Aset perusahaan  mengalami peningkatan signifikan sebesar 46% per 31 Maret 2021 di US$148,8 juta dibandingkan US$101,8 juta per 31 Desember 2017. 

Untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, Rapat juga menyetujui fasilitas pinjaman jangka panjang sebesar US$13,9 juta(setara Rp200 miliar) dengan tenor sampai dengan empat (4) tahun untuk pendanaan jangka panjang dari Bank Permata Indonesia. 

Pinjaman jangka panjang ini bagian dari strategi ekspansi armada berkelanjutan, salah satunya untuk pembelian tiga set Kapal Tunda (Tugboat) dan Tongkang. 

Pada kuartal I/2021, Perseroan telah melakukan pembelian 2 unit Tugboat, dan telah memberikan  hasil positif. Segmen Kapal Tunda & Tongkang (T&B) menyumbang Pendapatan Usaha tertinggi sebesar US$8,7 juta pada pada akhir Kuartal 1-2021, termasuk kenaikan sangat signifikan sebesar 1708% pada Pendapatan Sewa Berjangka (Time Charter Revenue) menjadi US$2,3 juta dari USD125 ribu periode yang sama tahun lalu. 
 
Penambahan armada tugboat ini sejalan dengan target diversifikasi bisnis Perseroan. Segmen T&B berhasil mendapatkan kontrak baru dan ekspansi ke pengangkutan bauksit pada kuartal I di area Kalimantan Barat, disamping pengangkutan komoditas nikel dan batubara. Target diversifikasi multi kargo transport selain batubara adalah 29%, yakni dari segmen Kapal Curah besar (MV) sekitar 17%, dan segmen T&B sebesar 12%. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT