21 June 2021, 12:34 WIB

Ini 6 Upaya IPC Mencegah Suap


mediaindonesia.com | Ekonomi

DIREKTUR Utama IPC Arif Suhartono menyampaikan jika PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPC memiliki terobosan guna mencegah terjadinya praktik suap. Sebelumnya, IPC juga sudah menindak 12 pelaku pungutan liar atau pungli di wilayah kerjanya.

"Selain menindak tegas para pelaku pungli, kami juga berkomitmen mencegahnya agar tidak terjadi suap," kata Arif Suhartono melalui keterangan resmi, Senin (21/6).

Arif pun memaparkan enam upaya IPC guna mencegah suap. Pertama, mengoptimalkan saluran pengaduan whistleblowing system bagi seluruh stakeholders pelabuhan yang melihat dan mendengar adanya praktik kecurangan, baik pungli, gratifikasi, suap dan sejenisnya. 

Kedua, menerapkan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan di seluruh lingkungan IPC Group dan mitra kerja di lingkungan Pelabuhan.

Ketiga, IPC mendorong para mitra dan pengguna jasa untuk memaksimalkan penggunaan layanan jasa kepelabuhanan berbasis digital yang telah tersedia. IPC terus mengembangkan sistem otomasi yang mendukung hal tersebut, seperti i-Hub, e-Payment, auto gate system, dan Centralized Traffic Management System.

"Sebagai tambahan, IPC juga menugaskan keamanan untuk patroli ke lapangan dan memastikan sopir truk agar tidak memberikan uang apapun selama proses keluar masuk barang di terminal dan memaksimalkan penggunaan cashless payment dalam setiap pelayanan," ungkapnya.

Baca juga:  IPC Pelindo II Tindak 12 Pelaku Pungli di Pelabuhan

Keempat, seluruh pekerja termasuk operator di terminal menandatangani  pakta integritas yang isinya berupa komitmen tidak melakukan praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), tidak melibatkan diri dalam perbuatan buruk, dan tidak melakukan kegiatan lainnya yang dapat merugikan nama baik pribadi dan perusahaan. Sebelumnya, Pakta Integritas ditandatangani oleh level pimpinan saja.

"Kemudian, kelima, IPC terus menyosialisasikan antisuap dan gratifikasi secara masif, baik dalam bentuk spanduk, banner dan sticker di area terminal maupun digital media, juga sosialisasi tatap muka," tuturnya.

Keenam, IPC menjamin seluruh kegiatan operasional kepelabuhanan berjalan nonstop 24/7 sesuai dengan service level agreement (SLA) dan service level guarantee (SLG) terminal yang telah ditetapkan. 

"Kami berkeyakinan terobosan-terobosan tersebut akan mencegah praktik pungli dan gratifikasi. Namun, jika masih ada yang nekat menerima suap, kami sudah juga menyiapkan mekanisme penidakan tegas antara lain melalui PHK. Kami pun siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum untuk memproses pelaku ke jalur hukum," pungkasnya.(RO/OL-5)

BERITA TERKAIT