17 June 2021, 14:56 WIB

Pertamina Siap Operasikan 12 Storage BBM di Wilayah Timur


Despian Nurhidayat |

PT Pertamina Patra Niaga sebagai Sub Holding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) berkomitmen menyelesaikan pembangunan tangki atau storage bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di wilayah Indonesia bagian timur. Langkah itu bertujuan mewujudkan ketahanan energi dan akses yang lebih baik untuk masyarakat.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Putut Andriatno menyebut pada tahun ini Sub Holding Commercial & Trading siap mengoperasikan 12 storage BBM baru.

“Kami akan memastikan 12 titik storage BBM di Indonesia bagian timur ini siap untuk dioperasikan dan dapat melayani kebutuhan masyarakat. Dengan storage atau tangki, kami harapkan ketahanan energi di wilayah tersebut semakin terjaga dan kebutuhan energi masyarakat dapat kami penuhi dengan baik,” ujar Putut dalam keterangan resmi, Kamis (17/6).

Baca juga: Tahun Ini, Pertamina Lunasi Obligasi Sebesar Rp5,5 Triliun

Saat ini, 12 Storage BBM yang sudah siap beroperasi, yakni berlokasi di Badas (NTB), Pare-Pare (Sulsel), Ternate (Malut), Masohi (Maluku), Bula (Maluku), Dobo (Maluku), Labuha (Maluku), Saumlaki (Maluku), Wayame (Maluku), Namlea (Maluku), Nabire (Papua), Merauke (Papua). 

Adapun kapasitas storage cukup beragam antara 500 Kilo Liter (KL) dan 20.000 KL. Dalam hal ini, tergantung dari proyeksi kebutuhan energi di wilayah tersebut.

Baca juga: Tahun Depan, Subsidi Listrik dan Kuota Premium Jamali Dikurangi

“Pembangunan storage baru ini adalah bagian dari peningkatan kualitas layanan Pertamina kepada masyarakat. Pertamina dapat memanfaatkan kehadiran storage ini untuk menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat. Ini bentuk penguatan rantai distribusi energi di seluruh negeri,” imbuh Putut.

Selain 12 titik storage BBM, Pertamina juga menyiapkan pembangunan storage BBM dan LPG di wilayah timur. Saat ini, yang direncanakan ialah pembangunan storage BBM di Maumere dan Waingapu, NTT. Berikut, storage LPG yang akan dibangun di Bima (NTB), Tenau Kupang (NTT), Wayame (Maluku), dan Jayapura (Papua). 

“Kami harap titik storage BBM dan LPG yang masih dalam proses ini bisa segera diselesaikan. Demi memperkuat ketahanan energi nasional, serta memudahkan akses energi,” pungkasnya.(OL-11)

 

 

BERITA TERKAIT