14 June 2021, 21:10 WIB

Menperin : Vaksinasi Pacu Produktivitas Industri Elektronik RI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan, guna mendorong produktivitas dan daya saing industri elektronik Tanah Air, program vaksinasi covid-19 pun minta digencarkan.

Menperin pun melakukan peninjauan pelaksanaan vaksinasi Gotong Royong di Batam, khususnya di dua perusahaan elektronik, yakni PT Philips Industries Batam (Philips) dan PT Sat Nusapersada Tbk. (Satnusa) pekan lalu. Total, 11.000 tenaga kerja dari PT Philips Industries Batam dan PT Sat Nusapersada Tbk. memperoleh vaksinasi Gotong Royong. 

“Kami mengapresiasi keputusan para pelaku industri yang segera ikut serta dalam program vaksinasi Gotong Royong. Hal ini dapat mendorong para pekerjanya bisa bekerja lebih produktif lagi," kata Agus dalam keterangan resmi, Senin (14/6).

Pemberian vaksinasi dalam skala besar ini, ucap Menperin, perlu digencarkan agar mendorong kegiatan produksi di sektor industri sehingga dapat membangkitkan kembali perekonomian daerah dan nasional.

Kemenperin menjelaskan, Philips Batam masih dapat menjaga tingkat utilisasi produksinya relatif stabil, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Secara kemampuan produksi, perusahaan itu dikatakan mampu memproduksi dengan nilai lokal mencapai 40%-70%.

“Seperti kita ketahui, akibat adanya pandemi ini, banyak kebijakan seperti pembatasan sosial ataupun lockdown di luar negeri yang tentu memengaruhi permintaan perusahaan,” ujar Agus.

Baca juga : Bicarakan Transisi Energi Bersih, Maskeei Gelar Konferensi

Sementara itu, Satnusa dilaporkan berupaya mengembangkan industrinya dengan memproduksi Smartphone 5G, melengkapi lini 4G yang sudah diproduksi sebelumnya. Produk smartphone perusahaan dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk keperluan ekspor. Saat ini, kapasitas produksi Smartphone perusahaan sudah mencapai 3 juta unit per bulan.

"Kedepannya, kami akan mendorong perusahaan agar dapat memproduksi produk-produk yang termasuk dalam ekosistem 5G agar Indonesia dapat memperoleh manfaat yang signifikan dalam peralihan ke teknologi 5G,” papar Politisi Golkar itu.

Diterangkan bahwa untuk mendukung proses produksi produk high-tech, Satnusa telah menanamkan investasi sekitar Rp1,1 triliun untuk membuat 20 lini Surface Mount Technology (SMT). Perusahaan dikatakan mampu membuat Printed Circuit Board (PCB) 16 layer dan PCB fleksibel 4 layer. (OL-7)

BERITA TERKAIT