14 June 2021, 10:46 WIB

Kebun Tebu Terbatas, RNI Optimalisasi Aset Lahan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi


PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Persero akan mengoptimalisasi aset lahan - lahan kebun tebu karena dianggap memiliki lahan terbatas.

Direktur Manajemen Aset PT RNI Endang Suraningsih bersama Kemenko Perekonomian pun melakukan survei dengan meninjau Pabrik Gula (PG) Madukismo RNI Group yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta, Senin (14/6).

Kepala Bidang Pengembangan Tanaman Perkebunan lainnya Kemenko Perekonomian Darto Wahab mengatakan, perkiraan produksi gula nasional dari dalam negeri berbasis tebu pada 2021 diestimasi 2,1 juta ton. Oleh karenanya diperlukan upaya pembenahan sektor gula secara berkelanjutan.

“Saat ini perkebunan di Indonesia terbatas sehingga diperlukan perluasan lahan kebun tebu,” jelasnya dalam keterangan resmi, Senin (14/6).

Perluasan lahan itu, lanjut Darto, perlu diimbangi dengan bibit, pupuk, air dan infrastruktur yang memadai.

Berdasarkan data, Darto mengakui periode 2016 - 2020 produksi gula cenderung menurun dengan rata - rata 0,79%/tahun. Oleh karenanya Ia mendukung BUMN yang beroperasi di bidang sektor gula, perkebunan dan sektor terkait untuk melakukan pembenahan industri gula nasional dengan merangkul stakeholders, salah satu prioritasnya para petani tebu.

Direktur Manajemen Aset PT RNI Endang Suraningsih menambahkan, Pabrik Gula Madukismo yang kepemilikan sahamnya adalah Sri Sultan Hamengku Buwono X 65% dan saham RNI 35% ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi gula. Oleh sebab itu diperlukan optimalisasi aset melalui rencana perluasan lahan kebun tebu di area sekitar.

“Saat ini sedang diupayakan optimalisasi aset lahan kolaborasi dengan petani tebu lokal maupun sinergi BUMN sektor terkait, melalui Pemerintah, industri gula, petani maupun penggarap kawasan hutan,” urai Endang.

Disamping hal tersebut, RNI mengaku saat ini juga sedang mengupayakan perluasan lahan perkebunan tebu bekerjasama dengan BUMN lainnya di sektor terkait.

Sebelumnya, secara terpisah Direktur Utama PT RNI Arief Prasetyo Adi bersama Dirut PTPN III dan Dirut Perhutani menargetkan menanam tambahan tebu di 80 ribu hektare secara nasional sampai dengan akhir 2024. (E-3)

BERITA TERKAIT