11 June 2021, 15:58 WIB

BukuWarung Raih Pendanaan Series A Senilai US$60 Juta


Heryadi | Ekonomi

PERUSAHAAN FinTech untuk digitalisasi bisnis UMKM di Indonesia, BukuWarung, meraih pendanaan Series A senilai US$60 juta atau setara Rp870 miliar. Seri pendanaan ini dipimpin oleh Valar Ventures, perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat yang merupakan investor dari unicorn fintech global Wise dan N26, serta Goodwater Capital, perusahaan yang telah menanamkan modal di beberapa startup seperti Coupang, Monzo and Xendit.

"Investasi di BukuWarung merupakan kesempatan yang menarik dan kami dengan bangga menyampaikan ini sebagai investasi pertama kami di Indonesia,” kata Founding Partner Valar Ventures James Fitzgerald dalam keterangan resmi, Jumat (11/6).

Proses penggalangan dana yang melebihi target ini (oversubscribed) juga diikuti oleh beberapa investor yang pada tahap sebelumnya juga terlibat dan angel investor seperti mantan CEO GoPay Aldi Haryopratomo dan Victor Jacobsson, pendiri Klarna - startup terbesar di Eropa, dan Thrill Capital - perusahaan keluarga di bidang investasi yang merupakan mitra SoftBank.

Pendanaan ini merupakan pendanaan seri A terbesar di seluruh dunia bagi startup fintech di sektor UMKM. Dengan investasi baru ini, total pendanaan BukuWarung hingga kini mencapai US$80 juta.

Dana ini akan digunakan untuk meningkatkan teknologi dan kemampuan dari produk yang dimiliki oleh BukuWarung yang meliputi pembukuan, pembayaran digital, dan penjualan, termasuk juga membangun infrastruktur pembayaran yang kuat sehingga bisa membantu untuk menyelesaikan persoalan pembayaran bagi para pedagang di Indonesia, seperti pembayaran menggunakan QR, layanan keuangan, dan persoalan pembayaran lainnya.

James mengatakan tim BukuWarung memiliki keinginan untuk membantu para pedagang UMKM agar bisa beradaptasi dan ikut menjadi bagian dari perdagangan online. BukuWarung, kata James, juga memantapkan diri sebagai pemimpin pasar yang terus menerus meningkatkan kinerjanya.

"Mereka berhasil mengatasi kesenjangan digital yang dialami oleh jutaan pedagang di seluruh Indonesia, dan juga sukses memimpin perubahan dari sistem perdagangan tradisional yang masih digunakan banyak pedagang menuju ke ranah infrastruktur digital yang lebih komprehensif dan mudah diakses," ungkapnya.

Didirikan pada 2019, misi BukuWarung adalah untuk mendigitalisasi 60 juta UMKM di Indonesia. Co-Founder & CEO BukuWarung Abhinay Peddisetty mengatakan BukuWarung telah menjadi pemimpin pasar dalam pembayaran digital bagi UMKM yang terus tumbuh secara berkelanjutan dan efisien dari segi biaya.
 
"Investasi ini selanjutnya akan membantu kami untuk membangun sistem operasi bagi UMKM, menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang positif di seluruh Indonesia yang kini sedang bangkit dari pandemi covid-19. Kepercayaan yang diberikan oleh para investor menjadi bekal bagi kami dalam mendorong misi BukuWarung untuk digitalisasi UMKM terutama pada saat krisis global seperti yang terjadi saat ini," ujarnya.

Dia menambahkan pihaknya berencana akan melakukan digitalisasi UMKM di seluruh Indonesia, dan kemudian juga akan merambah ke negara lain.

Hingga kini, BukuWarung memiliki lebih dari 6,5 juta pedagang yang terdaftar di platform miliknya, yang tersebar di 750 lokasi dan sebagian besar berada di wilayah tier 2 dan tier 3. Pertumbuhan pengguna dan volume transaksi berjalan dengan sangat efisien dimana 90% dari pendanaan sebelumnya masih tersimpan di bank. (E-3)

BERITA TERKAIT