10 June 2021, 22:42 WIB

Ibas Soroti Permasalahan UMKM di Labuan Bajo dalam Disertasinya


Insi NAntika Jelita | Ekonomi

PUTRA kedua Presiden Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Edhie Baskoro Yudhoyono atau biasa dipanggil Ibas menyoroti permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), Nusa Tenggara Timur. 

Hal itu diungkapkan dalam disertasinya yang berjudul Strategi Pembiayaan dan Investasi untuk Pengembangan Pariwisata Terpadu yang Berkelanjutan dan Inklusif. Ibas sendiri baru saja dinyatakan lulus dari promosi doktor Manajemen Bisnis Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Kamis (10/6).

Ibas menjelaskan, pemilihan disertasi dengan topik pengembangan pariwisata terpadu dilatarbelakangi karena dianggap selama ini belum ada studi khusus pengkajian strategi pembiayaan dan investasi untuk pengembangan pariwisata terpadu, inklusif, dan berkelanjutan, terutama dengan UMKM. 

"Tujuan disertasi ini, pertama ialah mengidentifikasi jenis-jenis usaha dan memetakan kendala yang dihadapi jenis usaha. Kedua, menganalisis kinerja keuangan para pelaku usaha. Ketiga, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan pelaku usaha," ujar Ibas dalam keterangannya, saat sidang disertasi secara daring pada Kamis (10/6). 

Dalam disertasinya, Ibas juga mengatakan, menganalisis estimasi dampak pariwisata terhadap perekonomian dan kesejahteraan serta merumuskan strategi pembiayaan dan investasi yang sesuai untuk pariwisata terpadu yang berkelanjutan dan inklusif di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo. 

Baca juga : Sembako Bakal Kena PPN, Pedagang: Masa Harus Kena Pajak

Lebih lanjut Politikus Partai Demokrat itu menerangkan penyertaan aspek inklusi keuangan, kemitraan, dan organisasi, serta adopsi teknologi dilakukan sebagai upaya meningkatkan pendapatan usaha di Kawasan Pariwisata Labuan Bajo.

“Kawasan Pariwisata Labuan Bajo yang inklusif dapat dicapai melalui peningkatan investasi, tidak hanya mengandalkan pembiayaan pemerintah melalui APBN dan APBD," ungkap Ibas.

Untuk pengambilan data, Ibas menyebutkan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara menggunakan kuesioner terhadap 221 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kemudian, dirinya juga melibatkan 12 narasumber pakar yang terdiri dari pemangku kebijakan, perbankan, akademisi dan asosiasi tingkat nasional. 

Dari tayangan presentasinya, Ibas menerangkan bahwa pemanfaatan data dalam penelitian dilakukan dengan saksama. Data primer misalnya, dimanfaatkan untuk pemetaan usaha guna mendapatkan gambaran mengenai karakteristik usaha, aspek finansial, kemitraan dan organisasi, serta adopsi teknologi. (OL-7)

BERITA TERKAIT