10 June 2021, 21:33 WIB

Visa dan ALTO Fasilitasi Pemrosesan Kartu Debit Secara Domestik


Fetry Wuryasti | Ekonomi

PT Visa Worldwide Indonesia (Visa) dan  PT ALTO Network (ALTO) meluncurkan kemitraan untuk memfasilitasi pemrosesan transaksi kartu debit secara domestik dengan didukung oleh Bank Indonesia.

Melalui kemitraan ini, Visa dan ALTO akan bekerja sama untuk menghadirkan keunggulan global di sistem Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) dengan meningkatkan kapabilitas ALTO menjadi kelas dunia perihal sistem keamanan, efisiensi operasional, dan manajemen risiko.

Kemitraan ini juga akan menghadirkan inovasi pembayaran terbaru dan memberikan layanan bernilai tambah bagi para pelaku bisnis dan konsumen, serta memperluas penerimaan teknologi pembayaran contactless dan e-commerce di Indonesia.

Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman mengatakan kemitraan ini akan memperkuat posisi ALTO sebagai mitra GPN pilihan di Indonesia dan memfasilitasi penerapan standar operasional berkelas dunia.

"Bersama-sama, kami berharap dapat mendorong pemberdayaan bangsa dalam mengusung perekonomian digital, serta memperluas akses pembayaran digital melalui sistem pembayaran nasional yang aman, andal, dan lancar," kata Riko, Kamis (10/6).

Di kesempatan yang sama, CEO ALTO Network Armand Widjaja mengatakan dengan kemitraan ini, ALTO diberi akses untuk menggunakan teknologi keamanan siber Visa. Sehingga melalui transfer teknologi tersebut, bisa menekan kasus terjadinya fraud dan phising kartu nasabah yang berlogo ALTO yang mungkin terjadi di suatu negara dan mengendalikan pemblokiran dari dalam negeri.

"Kemitraan ini menandakan pencapaian yang signifikan dari tujuan ambisius ALTO untuk menawarkan teknologi terbaru dan layanan bisnis yang unggul. Seiring kami memprioritaskan keamanan dan keandalan jaringan kami yang memiliki service level agreement hingga 99,9%, kami," kata Armand.

Menyambut kemitraan ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto berharap kerja sama VISA dan ALTO akan mampu mendukung ekosistem pembayaran digital yang lebih aman, cepat dan murah untuk memperlancar transaksi keuangan, serta mampu menurunkan biaya transaksi pembayaran, mendukung efektivitas kebijakan di sektor keuangan, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital dan sistem keuangan secara umum.

"Kemitraan ini kiranya menjadi capaian positif bagi ALTO, untuk meningkatkan kemampuan menuju kelas dunia melalui transfer knowledge dari VISA di bidang keamanan siber, manajemen risiko, keberlangsungan bisnis dan operasional," kata Airlangga dalam sambutannya.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Fitria Irmi Triswati, mengatakan Bank Indonesia mendukung penuh kemitraan sebagai langkah penting dalam meningkatkan kapabilitas pemrosesan transaksi kartu debit secara domestik dan memastikan standar operasional, manajemen risiko, dan keamanan yang berkualitas global.

"Kemitraan akan memberikan nilai tambah dalam mendukung Visi Sistem Pembayaran Bank Indonesia 2025, terutama terkait prinsip timbal balik dalam hal pemrosesan semua transaksi secara domestik di sistem Gerbang Pembayaran Nasional. Kami berharap kemitraan ini dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi digital yang sejalan dengan kepentingan nasional," kata Fitria.

Berdasarkan data Bank Indonesia, pengeluaran personal tumbuh dengan 64,5 juta transaksi kartu debit senilai Rp29 triliun pada bulan April 2021, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan April 2020.

Hal ini mencerminkan minat akan belanja rumah tangga yang kembali meningkat dan optimisme terhadap perekonomian Indonesia yang beranjak pulih secara bertahap di tengah pandemi covid-19. (E-3)

BERITA TERKAIT