10 June 2021, 21:06 WIB

Indonesia Pasar Potensial Kripto, Zipmex Sasar Dua Juta User


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

PERUSAHAAN teknologi yang bergerak di bidang bursa aset digital Zipmex menilai Indonesia merupakan pasar besar dan empuk dalam investasi aset kripto. Zipmex pun menargetkan ada dua juta user.

"Kami melihat Indonesia pasar yang potensial. Saat ini ada 300 ribu user Zipmex. Kami targetkan ada dua juta user pada tahun ini," ujar Co-Founder Zipmex Indonesia Raymond Sutanto usai peluncuran Zipmex Indonesia di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (10/6).

Raymond menuturkan target user-nya pun dari kisaran 18 hingga 40 tahun yang dianggap sudah paham soal dunia investasi digital. Namun, dia menyarankan agar masyarakat mengetahui dulu seluk beluk pasar mata uang kripto, seperti bitcoin sebelum terjun langsung berinvestasi.

"Di Indonesia nasabah kripto ada lima juta, sedangkan nasabah saham (pasar modal) hanya dua juta. Jadi pasar ini lebih besar. Untuk pemula yang takut, harus edukasi dulu soal kripto ini, karena pergerakan (saham) tinggi," ujar Raymond.

Zipmex pertama kali didirikan di Singapura pada 2018 oleh Marcus Lim dan Akalarp Yimwilai. Zipmex kemudian berekspansi ke Thailand, Indonesia dan Australia.

"Karena sudah terdaftar resmi di Bappebti, pengguna tidak perlu khawatir ketika hendak berinvestasi aset kripto," ucap Co-Founder dan CEO Zipmex Marcus Lim.

Soal keamanan kripto, Zipmex bermitra dengan BitGo untuk memberikan dompet digital dengan asuransi hingga US$100 juta bagi seluruh pengguna. Hal ini, ungkap Lim, guna memberikan keamanan bagi pengguna.

Zipmex, sebutnya, juga menyediakan aset kripto dengan harga kompetitif dan likuiditas tinggi. "Dengan harga yang dimulai dari Rp10 ribu, masyarakat bisa berinvestasi kripto. Kami juga menerapkan protokol keamanan, demi menjaga efisiensi pertukaran aset digital," kata Marcus. (E-3)

BERITA TERKAIT