10 June 2021, 10:42 WIB

Sistem Resi Gudang Diharap Dongkrak Perdagangan Jawa Timur


mediaindonesia.com | Ekonomi

SETELAH kesuksesan mendorong kinerja sistem resi gudang (SRG) di Jawa Tengah (Jateng), Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga kembali memimpin rapat koordinasi SRG.

Kali ini yang menjadi tuan rumah di Jawa Timur Jatim). Acara serupa di Jateng  telah berhasil meningkatkan capaian beberapa SRG.

Perlu diketahui bahwa SRG adalah kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi resi rudang.

Resi gudang adalah dokumen bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di Gudang yang diterbitkan oleh Pengelola Gudang.

"Di Jateng kemarin ada beberapa SRG yang naik kelas. Di Brebes untuk bawang merah makin aktif dalam hal pembiayaan, di Kudus yang sebelumnya tidak digunakan dan tidak ada pengelola, sekarang sudah ada pengelola, demikian juga di Purworejo," kata Jerry pada keterangan pers, Kamis (10/6).

"Karena itu kita ingin daerah lain harus terus didorong juga," jelasnya. Potensi di Jatim, menurut Jerry, tidak kalah dari Jawa Tengah dalam hal komoditas.

Ia menyebut beberapa komoditas seperti beras, jagung, garam, kopi dan tembakau. "Jangan lupa juga ada komoditas lain seperti kedelai, ikan dan gula" jelasnya.

Di Jawa Timur sendiri ada 23 gudang SRG yang didirikan Kemendag yang sudah dihibahkan ke pemerintah daerah serta beberapa gudang SRG milik swasta.

Gudang-gudang milik pemerintah inilah yang saat ini sedang berusaha ditingkatkan.

"Ini tantangan yang menarik karena dari 23 gudang baru kurang dari seperempatnya yang berfungsi. Kita berharap tahun ini yang sudah difungsikan bisa mencapai dua kali lipat dari sekarang," tambah Wamendag.

Mengingat status gudang sudah dihibahkan ke pemkab, menurut Jerry, pemerintah daerah perlu didorong, diberikan sosialisasi dan fasilitasi agar gudang bisa berfungsi sebagaimana yang diharapkan.

Bagi Jerry, para bupati sebenarnya juga sangat ingin fasilitas di daerahnya bisa berkinerja optimal, tetapi beberapa hal mungkin menjadi penghambat.

"Tugas Kemendag dalam hal ini Bappebti adalah mendengarkan dan memetakan masalah daerah dan bersama pemda mencari solusi bersama sesuai dengan tupoksi masing-masing," tambah Jerry.

Belajar dari upaya di Jateng, Wamendag menyebut bahwa beberapa hal yang menghambat SRG antara lain mengenai pembiayaan, komitmen dan profesionalitas pengelola, akses pasar dan pengetahuan petani.

Karena itu, menurut Jerry, Bappebti akan memberikan dukungan dan fasilitasi pada sektor-sektor dimaksud.

Acara rakor SRG di Jatim diikuti 17  kepala daerah yang punya SRG antara lain dari Nganjuk, Ngawi, Kediri, Banyuwangi, Sidoarjo, Sumenep, Jombang, Kediri, Tuban, Lamongan, Situbondo, Bondowoso, Jember, Blitar, dan lain-lain. 

Jerry sendiri secara khusus mengapresiasi semangat dan antusiasme para bupati dan wakil bupati.

Menurut wamendag, itu bisa jadi modal awal untuk menjalin kerja sama yang intensif dalam rangka memajukan SRG. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT