10 June 2021, 09:13 WIB

Menparekraf Kunjungi Desa Wisata Denai Lama, Deli Serdang, Sumut


mediaindonesia.com | Ekonomi

KEMENTERIAN Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menggalakkan desa wisata. Desa Wisata bakal dijadikan simbol kebangkitan ekonomi nasional.

Karena itu, kementerian yang digawangi Sandiago Salahuddin Uno melaksanakan program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.  Salah satu program pengembangan kepariwisataan Indonesia ini mengangkat tema “Indonesia Bangkit”.

Program ini diharapkan mampu mewujudkan visi “Indonesia sebagai Negara Tujuan Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat”.

Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, "Wisata Pasar Paloh Naga memang unik. Meskipun nilai transaksi menggunakan Kepeng masih belum signifikan dalam industri pariwisata.”

“Namun kami melihat semangat menjadikan desa wisata ini memiliki keunikan dan tumbuh berkembang merupakan prestasi tersendiri bagi kami di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,"  ujar Sandiaga pada ketarangan pers, Kamis (10/6).

“Kita harus menghargai semangat desa untuk membangun desa wisata dengan agrowisata yang unik.  Ini bakal kita jadikan simbol kebangkitan ekonomi nasional," ungkap Sandiaga.

Dia menjelaskan visi Kemenparekraf  dengan program nyata Anugerah Desa Wisata 2021 menjadi stimulan kebangkitan industri wisata nasional yang terdampak pandemi Covid-19 sejak 2020 lalu.

Menurut Menparekraf, Program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, telah berjalan di beberapa daerah di antaranya Desa Pujon Malang, Desa Mas Ubud, Desa Tugu Selatan Cisarua, Desa Cibuntu Kuningan, Desa Candirejo Magelang, dan Desa Pentingsari Sleman.

Program ini adalah sebuah acara yang menggabungkan kekuatan sosial media dan media mainstream, diisi dengan kegiatan kunjungan menjelajah desa wisata yang sudah berkembang maupun berkelanjutan di daerah regional dan dilaksanakan dengan mengikuti protokol kesehatan.

Desa Wisata Denai Lama, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, dipilih dalam kegiatan sosialisasi ini karena Desa Denai Lama terkenal dengan Literasi Adat budayanya, seperti budaya Jawa, Melayu dan Batak.

Selain itu, Desa Wisata Denai Lama juga menghasilkan kerajinan yang beragam, seperti kain tenun khas Desa Denai Lama, Kain Batik Jumputan, dan Kerajinan dari batok kelapa.

Desa Wisata Denai Lama juga berkembang dalam pemanfaatan potensi desa, seperti dibangunnya Sanggar Lingkaran yang memiliki kafe baca. Kafe baca ini yaitu kafe yang juga berfungsi sebagai taman bacaan. Salah satu manfaatnya untuk pengembangan karakter Sumber Daya Masyarakat disana.

Kafe Baca ini dikelola oleh remaja desa Denai Lama. Selain itu, Denai lama berhasil berkembang di bidang agrowisata. Salah satunya Agrowisata Paloh Naga sebagai pusat produksi jajanan dan oleh-oleh khas dari Desa Denai Lama, yang mempunyai ciri khas dalam setiap transaksi jual belinya masih menggunakan cara barter (menukarkan uang dalam bentuk koin kayu). (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT