09 June 2021, 22:20 WIB

Lifting ke-700 Minyak Mentah Blok Cepu, Hulu Migas RI Menjanjikan


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MENTERI Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyaksikan pengapalan lifting ke-700 minyak mentah Blok Cepu kargo bagian Pemerintah dan Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI) Blok Cepu kepada Pertamina di Tuban, Jawa Timur, Rabu (9/6).

Pengapalan lifting ke-700 dari Blok Cepu ini dianggap Arifin sebagai milestonebagi ketahanan energi Indonesia serta memberikan harapan bahwa potensi hulu migas Indonesia masih menjanjikan.

"Kita berharap kemampuan ini bisa terus dikembangkan untuk bisa mengoptimalkan produksi minyak dan gas di Indonesia. Produksi minyak dari 160 ribu barel per hari pada 2016, sekarang sudah bisa mencapai lebih dari 200 ribu barel per hari," ujar Arifin dalam keterangan resminya, Rabu (9/6).

Di samping itu, Arifin mengapresiasi ExxonMobil Cepu Ltd yang dikatakan berupaya menemukan cadangan minyak mentah, dari mulai 450 juta barel sampai bisa mengidentifikasi sumber yang 940 juta barel.

"Kita terus bekerjasama bahu membahu saling berbagi pengetahuan untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal demi kesejahteraan masyarakat Indonesia," ucap Menteri ESDM.

Baca juga : PGN dan Rekind Teken Dokumen Penyaluran Gas

Produksi minyak di Lapangan Banyu Urip yang mencapai 210 ribu barel per hari (mbopd) pada 2020 atau sekitar 30% produksi minyak nasional, dikatakan ESDM menjadi produsen minyak nasional terbesar di Indonesia. Blok Cepu akan menyumbangkan pendapatan kepada negara sekitar US$45 Miliar di harga minyak sekitar US$70 per barrel selama jangka waktu Kontrak Kerja Sama (KSK).

Berdasarkan penilaian teknis disebutkan, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel minyak dari 450 juta barel minyak saat final investment decision (FID). 

Namun demikian, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini dilaporkan sudah menurun secara alamiah.

"Realisasi cadangan dan produksi Blok Cepu ini membuka kenyataan bahwa potensi cadangan migas di Indonesia masih menjanjikan. Saat ini SKK Migas terus mengawal ExxonMobil bersama para mitra Blok Cepu untuk mendiskusikan berbagai inisiatif untuk mengelola penurunan produksi yang mulai terjadi," tandas Dwi. (OL-7)

BERITA TERKAIT