10 June 2021, 07:00 WIB

Mentan Fokus Penuhi Kebutuhan Pangan di 2022


M Iqbal Al Macmudi | Ekonomi

MENTERI  Pertanian Syahrul Yasin Limpo menegaskan  Kementerian Pertanian tetap berkomitmen untuk fokus dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dalam program kerja 2022.

"Kami akan tetap fokus untuk menyediakan pangan utama bagi 273 penduduk Indonesia,” kata Syahrul dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (9/6).

Untuk mewujudkan upaya tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sejumlah program, yaitu menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas, pengembangan diversifikasi pangan lokal, penguatan rantai pasok dan logistik pangan, penguatan food estate dan korporasi petani, serta pengembangan smart farming dan digitalisasi pertanian.

"Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pertanian 2022, Kementan mendapatkan Pagu Indikatif Rp14,51 triliun," ungkap Syahrul.

Dengan anggaran tersebut, Kementan menetapkan target produksi komoditas utama, yaitu padi sebesar 55,20 juta ton, jagung 20,1 juta ton, kedelai 0,3 juta ton, bawang merah 1,64 juta ton, cabai 2,87 juta ton, gula 2,3 juta ton, dan daging sapi 0,44 juta ton.

Untuk mengamankan produksi pangan, Kementan akan melaksanakan mitigasi untuk mengantisipasi musim kering. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah mengiventarisasi daerah rawan kekeringan dan pengawalan, serta monitoring pertanaman pada daerah potensi kekeringan.

Koordinasi dengan daerah pun diintensifkan untuk memitigasi dampak risiko. Syahrul juga akan meminta jajarannya melakukan diseminasi informasi prakiraan iklim, serta mengadvokasi pemanfaatan sumber-sumber air seperti embung, bendungan, waduk, serta mendorong petani untuk memanfaatkan asuransi dan bantuan sarana produksi.

“Kami akan melakukan percepatan tanam. Di mana ada air, kami akan melakukan akselerasi di sana,” ungkap Syahrul.

Selaras dengan upaya penyediaan pangan, Kementan juga terus melakukan akselerasi ekspor pertanian.

“Kita akan menjalankan program untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor pertanian,” sebut Syahrul. (Iam/E-1)

BERITA TERKAIT