09 June 2021, 20:32 WIB

Pengusaha: Kenaikan Indeks Konsumen Bertepatan dengan Ramadan


Despian Nurhidayat | Ekonomi

KALANGAN pengusaha menilai peningkatan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada Mei 2021 menjadi 104,4 adalah hal yang wajar. Hal itu diutaraka Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani.

Pasalnya, lanjut dia, periode April-Mei 2021 merupakan anomali karena bertepatan dengan momentum Ramadan-Lebaran. Dalam hal ini, identik dengan kenaikan permintaan konsumen.

Baca juga: Pemerintah Gulirkan 5 Kebijakan untuk Dongkrak Penerimaan Migas

"Apalagi tahun ini momentum tersebut juga di-support bansos, THR dan kebijakan pro-konsumsi, seperti penurunan PPnBM dan pelonggaran PPKM. Tren pandemi pada bulan-bulan tersebut menunjukkan penurunan, hingga seminggu setelah Lebaran. Cukup wajar indeksnya positif," tutur Shinta saat dihubungi, Rabu (9/6).

Menurutnya, dengan hilangnya faktor pendukung konsumsi setelah Lebaran, belum tentu pada bulan ini atau bulan depan, indeks keyakinan konsumen akan mencapai level tinggi. Namun, pihaknya memastikan pelaku usaha optimistis bahwa tren pemulihan ekonomi nasional ke arah positif dan menjanjikan.

"Kita belum tahu kapan akan pulih sepenuhnya, karena ini masih terlalu dini. Tapi, kita perlu mempertahankan momentum konsumsi, investasi dan perdagangan, yang saat ini menjadi motor pendorong tren pemulihan positif," pungkas Shinta.

Baca juga: Sembako Bakal Kena PPN, CIPS: Ancam Ketahanan Pangan

Dia menambahkan jika proyeksi pemulihan ekonomi dikaitkan dengan IKK, sebaiknya semua komponen indeks, seperti Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK), harus dalam ranah optimistis atau di atas 100.

"Dengan demikian, kita bisa cukup yakin bahwa dalam jangka pendek, mungkin 1-2 bulan ke depan, masyarakat terus melakukan ekspansi konsumsi. Meskipun momentumnya tidak ada, atau tidak terlalu signifikan," tutup dia.(OL-11)

 

 

 

 

BERITA TERKAIT