09 June 2021, 19:20 WIB

Asuransi Sompo dan Bank Mualamat Bangun Industri Syariah


Mediaindonesia.com | Ekonomi

UNTUK mendukung dan mengembangkan industri ekonomi syariah, PT Sompo Insurance Indonesia (Asuransi Sompo) mengumumkan kerja sama dengan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, salah satu bank Syariah terkemuka di Indonesia, Rabu (9/6).

Selain mengembangkan industri ekonomi syariah, kerja sama ini juga bertujuan mengembangkan literasi keuangan syariah di tingkat ritel maupun korporasi. Serta mendukung terciptanya perekonomian syariah yang kokoh dan berkelanjutan di Indonesia.

Dalam kerja sama ini, aset yang dijaminkan oleh nasabah ke Bank Muamalat untuk pinjaman pembiayaan ritel maupun korporasi dapat terasuransikan. Nasabah Bank Muamalat juga mendapatkan akses pada keahlian Asuransi Sompo dalam mengelola dan memitigasi risiko.
CEO PT Sompo Insurance Indonesia Eric Nemitz dalam keterangan tertulis mengatakan Auransi Sompo berkomitmen dan selalu berinovasi demi kesehatan, keamanan dan kesejahteraan nasabahnya.

"Tentunya, kerja sama antar dua institusi berpengalaman yang berorientasi jangka panjang akan membuat nasabah Bank Muamalat merasa lebih aman dan nyaman dalam memastikan bisnis mereka terlindungi secara syariah," ujarnya.

Chief Wholesale Banking Officer Bank Muamalat Irvan Yulian Noor menambahkan pihaknya berharap melalui kolaborasi dengan Sompo Insurance ini tren hijrah masyarakat akan semakin luas. Hal ini sejalan dengan kampanye #AyoHijrah yang dicanangkan Bank Muamalat mengajak masyarakat untuk berhijrah secara keseluruhan, tidak hanya soal ibadah tetapi juga keuangan.

"Sejalan dengan itu, fee based income kami juga akan ikut meningkat dengan adanya transaksi pembayaran tersebut,” kata Irvan.

Asuransi Sompo telah meluncurkan Sompo Syariah sejak 2018. Unit Syariah terus mencetak pertumbuhan yang menggembirakan. Hal ini terbukti dari kontribusi Produk Syariah menjadi salah satu penopang kinerja Asuransi Sompo yang membukukan laba bersih 17 persen sepanjang tahun 2020.

baca juga:

Kerjasama ini terbentuk sebagai respons terhadap tingginya minat bisnis berbasis syariah dari pengusaha Indonesia. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan aset keuangan syariah yang signifikan dalam setahun terakhir. Total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) mencapai Rp1.823,13 triliun per Januari 2021, tumbuh 24,54 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan aset keuangan Syariah tersebut tertinggi dalam tiga tahun terakhir sejak 2018. (RO/N-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT