09 June 2021, 15:53 WIB

Arsjad Rasjid Siapkan Program Vokasi untuk Perkuat Wirausaha Muda


Mediaindonesia.com | Ekonomi

CALON ketua umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia periode 2021-2026 Arsjad Rasjid menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pendidikan vokasi agar kompetensi dan sumber daya wirausaha muda bisa semakin ditingkatkan. Sejalan dengan salah satu pilar yang diusungnya, yakni meningkatkan kewirausahaan dan kompetensi, upaya ini juga dilakukan untuk membantu memulihkan ekonomi nasional yang terdampak pandemi covid-19.

"Pengembangan kewirausahaan bisa diwujudkan melalui pendidikan vokasi untuk menguatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) kita. Langkah ini penting dilakukan, terutama untuk wirausaha muda dan sosial dalam mengantisipasi Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0," terang Arsjad dalam keterangan resmi, Rabu (9/6).

Dengan pelatihan vokasi yang dikembangkan secara luas di berbagai kota, Arsjad juga berharap dapat mendorong minat masyarakat untuk berwirausaha, sehingga mampu membuka lapangan kerja baru dan menekan angka pengangguran. Menurut Arsjad, ke depan, Kadin bisa meningkatkan kolaborasi dengan pemerintah, akademisi,  juga berbagai komunitas masyarakat untuk mengoptimalkan pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan dunia industri.

"Melalui ragam pelatihan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi, saya optimistis akan melahirkan SDM produktif yang mampu menjawab dinamika serta tantangan ke depan," kata Arsjad yang juga Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional ini.

Diungkapkan Arsjad, melalui program vokasi yang dilakukan secara berkesinambungan akan dapat melahirkan para pelaku usaha yang bisa bertahan di tengah pandemi. Arsjad menilai Kadin dapat memainkan peran yang strategis dalam menjadi katalisator bagi pertumbuhan pengusaha nasional dan UMKM serta pengembangan kompetensinya. Hal ini bisa dicapai, di antaranya dengan mendirikan innovation hub untuk berbagi ilmu, pengalaman, dan melakukan program mentoring kepada UMKM dan pengusaha muda.

Yang tak kalah penting, lanjut Arsjad, akselerasi ekosistem usaha berbasiskan data dan ekonomi digital juga harus dikuatkan. Terlebih perkembangan teknologi digital telah mengubah cara berusaha sehingga perlu beradaptasi agar bisa tetap relevan menghadapi tantangan zaman.

 

Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk itu juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus mendorong terbentuknya Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas. Hingga saat ini tercatat telah terdapat 2.127 BLK komunitas yang tersebar di berbagai pelosok negeri. (OL-14)

BERITA TERKAIT