09 June 2021, 13:36 WIB

Keyakinan Konsumen di Bulan Mei Kembali Menguat


Fetry Wuryasti | Ekonomi

SURVEI Konsumen Bank Indonesia Mei 2021 mengindikasikan bahwa optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi kembali menguat. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei 2021 sebesar 104,4, meningkat dibandingkan 101,5 pada bulan sebelumnya.

IKK Mei 2021 yang meningkat tersebut didorong oleh membaiknya persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Mei 2021 yang meningkat menjadi sebesar 86,8 dari bulan sebelumnya yang sebesar 80,3, meski masih berada pada area pesimis (<100).

Baca juga: Triwulan I 2021, GRP Cetak Laba Bersih US$ 7.40 Juta

Pada Mei 2021, IKK naik pada sebagian besar kategori tingkat pengeluaran responden, terutama yang berpengeluaran Rp3,1 juta-4 juta per bulan. Dari sisi usia, kenaikan IKK terjadi pada mayoritas kelompok usia, terutama responden usia 41-50 tahun.

Ditinjau secara spasial, keyakinan konsumen pada Mei 2021 tercatat meningkat di 6 kota yang menjadi cakupan pelaksanaan survei, dengan kenaikan tertinggi terjadi di Kota Medan (34,6 poin), diikuti Surabaya (26,1 poin) dan Manado (15 poin).

Pada Mei 2021, persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau membaik dari bulan sebelumnya meski masih berada pada zona pesimis.

Hal ini tercermin dari Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) Mei 2021 sebesar 86,8, meningkat dari 80,3 pada bulan sebelumnya.

Meningkatnya IKE didorong oleh kenaikan seluruh komponen pembentuknya, terutama Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja yang naik 9,4 poin menjadi 77,4. Secara spasial, IKE terpantau menguat di 7 kota dengan kenaikan tertinggi terjadi di Medan (42,2 poin), diikuti Surabaya (32,5 poin) dan Manado (19 poin).

Persepsi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja saat ini pada Mei 2021 terpantau membaik pada seluruh kelompok pendidikan, terutama dengan tingkat pendidikan Pasca Sarjana. Sementara di sisi usia, kenaikan indeks terjadi pada responden berusia di bawah 60 tahun.

"Pada Mei 2021, persepsi konsumen terhadap perbaikan penghasilan juga terpantau membaik sejalan dengan adanya tambahan penghasilan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para pekerja, dan adanya peningkatan omset responden pelaku usaha pada periode Ramadan dan Idulfitri," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Rabu (9/6).

Indeks Penghasilan Saat (IKE) Ini pada Mei 2021 meningkat pada mayoritas kategori pengeluaran, terutama pada kelompok responden dengan tingkat pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Ditinjau dari sisi usia, indeks penghasilan saat ini mengalami peningkatan utamanya pada responden berusia di bawah 60 tahun.

"Sejalan dengan membaiknya keyakinan terhadap penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja pada Mei 2021, keyakinan konsumen untuk melakukan pembelian barang tahan lama juga membaik dibandingkan bulan sebelumnya terutama untuk jenis barang elektronik dan perabot rumah tangga," kata Erwin.

Kenaikan indeks terjadi pada sebagian besar kelompok pengeluaran, yaitu responden dengan pengeluaran Rp1-4 juta per bulan (Grafik 9). Menurut kategori usia, keyakinan untuk membeli barang tahan lama meningkat pada responden berusia 31-60 tahun.

Pada rasio konsumsi terhadap pendapatan pada Mei 2021, terpantau relatif tidak jauh berbeda. Rata-rata proporsi pendapatan konsumen yang digunakan untuk konsumsi (average propensity to consume ratio) pada Mei 2021 terpantau relatif tidak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari 75,5% menjadi 75,8%.

Demikian juga, proporsi pendapatan konsumen yang disimpan (saving to income ratio) yang tercatat sebesar 14,6%, relatif stabil dibandingkan 14,8% dan rata-rata rasio pembayaran cicilan/utang (debt to income ratio) sebesar 9,6%, relatif sama dibandingkan 9,7% pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, rata-rata porsi konsumsi terhadap pendapatan tercatat meningkat pada responden dengan pengeluaran Rp1-3 juta per bulan dan Rp4,1-5 juta per bulan.

Sementara itu, porsi tabungan terhadap pendapatan menurun pada responden dengan pengeluaran Rp2,1-3 juta per bulan dan di atas Rp5 juta per bulan.

Konsumen Tidak Terlalu Berekspektasi

Sementara ekspektasi konsumen terhadap kondisi ekonomi ke depan terpantau tidak jauh berbeda dibandingkan bulan sebelumnya, tercermin dari Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) sebesar 122,1, relatif tidak berbeda dibandingkan 122,6 pada April 2021.

"Optimisme konsumen terhadap perkiraan kondisi ekonomi 6 bulan ke depan terpantau cukup tinggi meski tidak sekuat bulan sebelumnya," kata Erwin.

Pada periode tersebut, perkiraan responden terhadap kegiatan usaha dan penghasilan pada 6 bulan ke depan tidak sebaik bulan sebelumnya, sementara ekspektasi ketersediaan lapangan kerja meningkat.

Secara spasial, IEK Mei 2021 tercatat meningkat di 5 kota dengan kenaikan tertinggi di Medan (27 poin), diikuti Surabaya (19,7 poin) dan Manado (10,8 poin).

Pada Mei 2021, konsumen memprakirakan ekspansi kegiatan usaha secara umum pada 6 bulan ke depan lebih terbatas dari bulan sebelumnya. Hal ini terindikasi dari Indeks Ekspektasi Kegiatan Usaha sebesar 120,9, lebih rendah dari 123,2 pada bulan sebelumnya.

Indeks mengalami penurunan pada hampir seluruh kategori pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Sementara dari sisi usia, indeks terpantau menurun pada mayoritas kelompok usia, terutama pada responden berusia di atas 60 tahun.

Sementara itu, ekspektasi konsumen terhadap kenaikan penghasilan pada 6 bulan yang akan datang pada Mei 2021 tidak setinggi bulan sebelumnya.

Indeks Ekspektasi Penghasilan Mei 2021 tercatat sebesar 125,0, lebih rendah dari 126,7 pada bulan sebelumnya. Indeks tercatat menurun pada responden dengan pengeluaran Rp1-3 juta per bulan.

Sementara ditinjau menurut kategori usia, ekspektasi terhadap penghasilan ke depan melemah pada responden berusia di bawah 40 tahun dan di atas 50 tahun.

Di sisi lain, responden memprakirakan adanya peningkatan ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang, terindikasi dari Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja Mei 2021 sebesar 120,3, meningkat dibandingkan 117,9 pada bulan sebelumnya.

Berdasarkan tingkat pendidikan, Indeks Ekspektasi Ketersediaan Lapangan Kerja terpantau meningkat pada responden dengan latar belakang pendidikan SLTA. Menurut kelompok usia, indeks mengalami kenaikan pada kelompok usia di bawah 50 tahun. (OL-6)

BERITA TERKAIT