09 June 2021, 11:37 WIB

Jokowi Ingin BUMN Bangun LRT di Negara Lain


Dhika Kusuma Winata | Ekonomi

PRESIDEN Joko Widodo meninjau progres pembangunan Lintas Rel Terpadu (LRT) Jabodebek. Presiden menyampaikan LRT, yang 100% dibangun perusahaan dalam negeri itu oleh PT Industri Kereta Api (PT Inka) dan PT Adhi Karya, semua konstruksinya dikerjakan di Indonesia. Jokowi ingin agar pengalaman itu menjadi modal untuk membangun LRT di negara lain.

"Pengalaman dalam pembangunan yang seperti ini yang kita butuhkan sehingga kita memiliki pengalaman membangun konstruksi LRT. Pengalaman membangun keretanya oleh PT Inka ini akan menjadi fondasi apabila kita membangun LRT, membangun kereta untuk negara-negara lain. Sekarang kan kita sudah ekspor kereta ke Bangladesh dan Filipina. Kita harapkan LRT juga akan seperti itu," ucap Jokowi seusai menjajal LRT di Stasiun Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu (9/6).

Kereta ringan yang akan menghubungkan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi itu ditargetkan rampung pertengahan tahun depan.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Mulai Dibanjiri Aktivitas Bongkar Muat

Presiden menyampaikan progres pembangunan LRT Jabodebek itu sudah mencapai 84,7%. Uji coba dijadwalkan pada April 2022 dan operasional resmi pada Juni 2022.

"Sudah selesai kurang lebih 84,7% progres pembangunanya dan kita harapkan nanti di April 2022 sudah mulai di-trial, mulai uji coba, dan akan kita mulai operasional itu Juni 2022," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden menekankan agar setiap moda transportasi massal yang dibangun bisa terintegrasi satu sama lain. Pembangunan transportasi yang terintegrasi akan meningkatkan efisiensi mobilitas masyarakat.

"Kenapa LRT ini kita bangun? Kita ingin membangun transprotasi massal yang terintegrasi. MRT, LRT, kereta bandara, dan bus Transjakarta semuanya terintegrasi sehingga terjadi efisiensi dalam orang bepergian dari satu titik ke titik yang lain dan kita harapkan setelah ini selesai kita akan masuk kepada titik-titik yang lain," imbuhnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT