09 June 2021, 08:31 WIB

Metrodata Bagikan Dividen Rp90,85 Miliar bagi Pemegang Sahamnya


Fetry Wuryasti | Ekonomi

RAPAT  Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Metrodata Electronics Tbk menyetujui membagikan dividen total tahun buku 2020 sebesar Rp90,85 miliar atau setara dengan 24,9% dari laba bersih perusahaan yang sebesar Rp364,93 miliar. Dividen tersebut dibagikan kepada 2,45 miliar lembar saham.

"Dengan demikian dividen menjadi Rp37 per saham dan akan dibayarkan secara tunai kepada para pemegang saham," kata Presiden Direktur PT Metrodata Electronics Tbk Susanto Djaja dalam paparan virtual, Selasa (8/6).

Kemudian sisanya sebesar Rp274,1 miliar atau setara 75,1% dari laba bersih akan dicatatkan sebagai laba ditahan perseroan. Di tahun 2020, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp14 triliun, terkoreksi 7% dibandingkan dengan 2019.

"Namun kami memperoleh laba bersih sebesar Rp364,93 miliar, meningkat 22% dibandingkan tahun 2019," kata Susanto.

Pada kuartal I-2021, kinerja lebih baik telah dibukukan. Kondisi pasar saat ini memampukan pendapatan unit bisnis distribusi tumbuh 14,3%, dan unit bisnis solusi dan konsultasi tumbuh 11,7%, dibandingkan kuartal I-2020.

Secara terkonsolodasi, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp3,9 triliun pada kuartal I-2021, naik 13,9% dari kuartal 1-2020. Laba bersih perseroan naik 29% pada kuartal I-2021 menjadi Rp121,6 miliar.

"Perolehan ini sejalan dengan perekonomian yang kembali pulih, seiring dengan berjalannya vaksinasi," kata Susanto.

Adaptasi kerja dan cara hidup baru yang semakin terdigitalisasi membuka banyak peluang bagi industri Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK), termasuk kepada perseroan. Kebutuhan produk-produk TIK baik perangkat keras maupun lunak meningkat signifikan di tahun 2020.

Pada unit bisnis distribusi perseroan, permintaan produk notebook tidak seluruhnya bisa terpenuhi karena terkendala oleh terbatasnya pasokan barang. Penjualan perseroan juga sempat terganggu karena banyak dealer pelanggan yang tutup pada saat PSBB awal pandemi.

Sejak tahun-tahun sebelumnya, perseroan sudah melakukan diversifikasi penjualan, yaitu kepada produk smartphone dan gaming.

Sebagian masyarakat yang tinggal di pelosok menggunakan smartphone dalam belajar mengajar karena terbatasnya jaringan internet di daerah dan terbatasnya kemampuan untuk membeli notebook.

"Penjualan smartphone dan gaming meningkat di masa pandemi dan membantu menekan penurunan pendapatan di unit bisnis distribusi di tengah kelangkaan produk notebook di 2020," kata Susanto.

Di sisi lain perusahaan melakukan strategi kepada peningkatan harga jual. Sehingga margin laba kotor meningkat. Selain itu perusahaan juga berhasil melakukan penagihan utang lebih efektif.

"Sehingga perusahaan memiliki saldo kas dan bank yang signifikan di akhir 2020, yaitu membukukan kas bersih Rp1,8 triliun, dengan tingkat utang Rp15,9 miliar," kata Susanto.

Meski pendapatan dari penjualan perangkat keras menurun, pendapatan berulang dari unit bisnis solusi dan konsultasi tumbuh. Tiga layanan solusi yang dominan yaitu cloud, IT security dan digital bussiness platform.

"Seiring pelaku usaha menggunakan layanan solusi digital, permintaan tertinggi datang dari sektor industri jasa keuangan, telekomunikasi dan e-commerce. Sektor-sektor ini berkontribusi signifikan terhadap pencapaian finansial perseroan di 2020," kata Susanto. (Try)

BERITA TERKAIT