08 June 2021, 12:54 WIB

Wapres Resmikan Bank Wakaf Mikro di Tasikmalaya


Fetry Wuryasti | Ekonomi

WAKIL Presiden RI K.H. Ma'ruf Amin, meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro (BWM) Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya sebagai upaya pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong pengembangan usaha mikro syariah serta pemberdayaan masyarakat sekitar pesantren.

Wapres dalam sambutannya mengharapkan keberadaan BWM di Ponpes Cipasung bisa mewujudkan ekosistem ekonomi syariah dan mewujudkan peran sosial ekonomi pondok pesantren ke masyarakat sekitar.

Baca juga: Mata Uang Kripto Baru AquaGoat Siap Selamatkan Lautan

“Kami menyampaikan apresiasi peran OJK dalam mendorong pengembangan BWM di pesantren-pesantren di banyak daerah. BWM sangat berperan untuk menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil yang belum mendapatkan akses keuangan formal. Keberadaan BWM ini diharapkan dapat mendukung upaya Pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan,” kata Wapres, melalui keterangan yang diterima, Selasa (8/6).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan program BWM ini sekaligus merupakan platform bagi pondok pesantren yang selama ini fokus pada akidah dan dakwah pendidikan, untuk dapat mengoptimalkan perannya dalam dakwah ekonomi.

Sinergi antara BWM dan Balai Latihan Kerja (BLK) di Pondok Pesantren Cipasung ini akan dapat menjadi inkubator dalam penciptaan dan peningkatan kapasitas bagi usaha mikro masyarakat, melalui dukungan pendanaan dan pendampingan usaha.

“Kami harapkan BWM di Ponpes Cipasung ini memberikan manfaat kesejahteraan yang sebesar-besarnya kepada masyarakat di sekitar pesantren dan dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Wimboh.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah juga menyambut baik pendirian BWM ini yang bisa mendukung keberadaan BLK di Ponpes Cipasung. Dia mengapresiasi dukungan OJK yang hadir dalam mengembangkan komunitas ekonomi di sekitar pesantren.

"BWM adalah program yang memberikan akses pembiayaan yang mudah dan murah yang sangat tepat disesuaikan dengan tujuan BLK inkubator kewirausahaan ini. Jadi ini kolaborasi yang patut dikembangkan, OJK bisa menyediakan pembiayaan yang bisa mendukung alumni BLK menjadi wirausahawan,” kata Ida.

Selain pendirian BWM, untuk terus mendukung percepatan pemulihan ekonomi nasional OJK senantiasa mendorong literasi dan inklusi serta memperluas akses keuangan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, diantaranya melalui program TPAKD, Laku Pandai, dan Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).

Hingga Juni ini telah berdiri 61 BWM di berbagai daerah dengan kumulatif penerima manfaat sebanyak 45 ribu lebih nasabah dan total pembiayaan Rp67,4 miliar. (OL-6)
 

BERITA TERKAIT