04 June 2021, 13:57 WIB

Kementan Dorong BPP dengan Bimtek Kostratani & Pemupukan Berimbang


mediaindonesia.co |

PERAN Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) terus didukung Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP).

Ppada tahun ini, BPPSDMP terus melakukan penguatan kapasitas BPP Kostratani. Khususnya dalam menyelenggarakan lima perannya melalui TOT (Training of Trainer), TOF Training of Facilitator), dan Bimbingan Teknis (Bimtek).

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, agar dapat secara langsung memantau perkembangan produksi dan produktivitas komoditas strategis dari seluruh Indonesia, Kementan menyambungkan BPP Kostratani dengan Agriculture War Room (AWR) di kantor pusat Jakarta

"Melalui BPP Kostratani, kita ingin ketahanan pangan Indonesia semakin meningkat, sehingga kita bisa mandiri pangan. Pendapatan masyarakat pedesaan di Indonesia pun turut meningkat," kata Mentan.

Oleh sebab itu, penguatan Kostratani terus dilakukan Kementan. Salah satunya melalui Bimtek BPP Kostratani dengan tema 'Pemupukan Berimbang Tingkatkan Produktivitas dan Daya Saing Pertanian'. Kegiatan ini ditujukan bagi 599 BPP di 72 kabupaten yang menjadi lokasi IPDMIP, dan akan dilaksanakan secara serempak Juni 2021.

Bimtek BPP Kostratani bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyuluh pertanian di 599 BPP di 72 kabupaten lokasi IPDMIP dalam pengelolaan BPP Kostratani.

Selain itu, bimtek juga membekali penyuluh pertanian di 599 BPP di 72 kabupaten lokasi IPDMIP dengan ketrampilan teknis dan manajemen pelaksanaan 5 peran BPP Kostratani.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan bimtek dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan SDM seiring peningkatan fungsi BPP menjadi Kostratani.

"Kita membutuhkan lebih banyak SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja BPP Kostratani," tutur Dedi dalam keterangannya, Jumat (4/6).

Dedi menambahkan, bimtek menjadi penting karena BPP Kostratani menjadi tempat petani belajar dan berkonsultasi, juga sebagai pusat data dan informasi pertanian. 

"Pembangunan pertanian harus diawali dari SDM-nya, karena memberikan kontribusi terbesar untuk meningkatkan produktivitas pertanian," katanya.

Dedi juga mengingatkan pula tentang pentingnya sosialisasi aplikasi Laporan Utama Kementan, agar petugas admin didukung sinergi petani dan penyuluh dapat melakukan input data komoditas strategis secara akurat dan terkini.

Output Bimtek BPP Kostratani adalah sebanyak 2.284 penyuluh pertanian di 599 BPP kostratani di 72 kabupaten lokasi IPDMIP terlatih dalam konsep dan kerangka kerja Kostratani, serta konsep pemupukan berimbang.

"Selain itu terselenggaranya penguatan 599 BPP kostratani di 72 kabupaten lokasi IPDMIP dalam melaksanakan peran, tugas, dan fungsinya," katanya.

Sementara tujuan Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya di 209 BPP dan 50 kabupaten dalam pengelolaan kesuburan lahan. Selain itu juga membekali Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya dengan keterampilan penggunaan perangkat uji tanah dan perangkat uji pupuk. 

Output Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan adalah terlatihnya 518 Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya dalam pengelolaan kesuburan lahan dan penggunaan perangkat uji tanah dan perangkat uji pupuk. Selain itu juga tersusunnya peta kesuburan lahan di 209 balai penyuluhan pertanian

Pada 2 Juni 2021, sebanyak 30 Penyuluh Pertanian dan Penyuluh Pertanian Swadaya dari 9 BPP dan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan di Kabupten Banjarnegara mendapat Bimtek BPP kostratani dan Bimtek Pemupukan Berimbang.

Yulia Tri Sedyowati, selaku tim Teknis IPDMIP, menyampaikan bahwa bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banjarnegara Totok Setya Winarna dan fasilitator dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Ketindan (Dewi Melani), dari PEPi (Bagus Prasetya) dan dari Dinas TPH Jawa Barat (Gian Handika dan Nurhayati Puspitarini). Acara berjalan lancar dan para peserta pun sangat antusias. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT