02 June 2021, 12:44 WIB

Erick Thohir akan Pangkas Jumlah Dewan Komisaris Garuda Indonesia


M. Iqbal Al Machmudi | Ekonomi

MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan akan merampingkan jumlah dewan komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) atau GIAA menjadi 2 komisaris saja.

"Saya ingin mengusulkan kalau bisa komisaris Garuda Indonesia 2 saja. Jangan ada (karyawan) pensiun dini tetapi komisaris nggak dikurangin," kata Erick dalam konferensi pers di Kantor Kementerian BUMN, Rabu (2/6).

Dirinya meminta waktu dalam 2 pekan akan ada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait perampingan jumlah komisaris tersebut.

"Kasih waktu 2 minggu lah nanti ada RUPS-nya tapi harus berdasarkan RUPS nanti kita kecilkan jumlah komisarisnya. Masukan yang bagus ini," ujarnya.

Sebelumnya Komisaris GIAA Peter Frans Gontha berkirim surat terkait permohonan pemberhentian pembayaran honorarium komisaris Garuda.

"Jadi usul Pak Peter Gontha bagus saya kira, jadi jumlah komisarisnya kita kurangi entah 2 atau 3 jadi untuk mencerminkan keseriusan komisaris dan direksi Garuda Indonesia. Komisaris kita kecilkan jumlahnya jadi ini masukan yang bagus," jelas Erick.

Sebelumnya, Erick telah menawarkan 4 opsi strategi dalam menyelamatkan maskapai pelat merah tersebut yang terlilit utang hingga Rp70 triliun. Opsi pertama yakni Garuda dilikuidasi dan sektor swasta dibiarkan mengisi kekosongan.

Kedua, pemerintah mendorong sektor swasta untuk meningkatkan layanan udara. Misalnya, dengan pajak bandara atau subsidi rute yang lebih rendah. Ketiga, terus mendukung Garuda, seperti pemberian pinjaman atau suntikan ekuitas.

Dan opsi terakhir yakni menggunakan hukum perlindungan kebangkrutan untuk merestrukturisasi Garuda. Pemerintah bakal menggunakan proses legal bankruptcy untuk merestrukturisasi kewajiban perseroan. (Iam/OL-09)

VIDEO TERKAIT :

BERITA TERKAIT