17 April 2016, 20:42 WIB

Sri Mulyani Komentari Panama Papers


Thomas Harming Suwarta |

MANTAN Menteri Keuangan RI yang kini menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia, Sri Mulyani bicara soal skandal Panama Papers melalui tulisannya berjudul “Panama Papers underscore need for fair tax systems” di situs resmi Bank Dunia

Menurut Sri, bocornya dokumen milik Mossack Fonsecka tersebut menimbulkan efek lain yaitu menurunnya keperceyaan terutama pada masyarakat biasa untuk membayar pajak.

“Yang disebut skandal Panama Papers mengingatkan kita tentang perbuatan menyembunyikan kekayaan dan menghindari pembayaran pajak yang tidak biasa atau dalam banyak kasus, ilegal. Tapi kebocoran yang memalukan ini memperlihatkan sesuatu yang lain yaitu kepercayaan publik, karena ketika perusahaan atau orang kaya dan kuat dapat menyembunyikan uang mereka tanpa melanggar hukum dan jika pelanggaran ini dibiarkan, maka masyarakat biasa yang dalam arti tertentu tidak punya cukup uang yang juga mereka bisa sembunyikan akan kurang bersedia membayar pajak lagi,” tulis Sri.

Berkaca pada pengalaman sebagai Menteri Keuangan RI, Sri menyebut sistem pajak yang lemah telah mengikis kepercayaan publik untuk membayar pajak. “Penghindaran pajak di kalangan elit sudah menjadi barang biasa sehingga negara juga mandek untuk bisa membangun infrastruktur, menciptakan lapangan kerja, dan memerangi kemiskinan,” lanjut dia.

Maka dengan kondisi seperti itu Sri yang berbicara tentang reformasi di internal Kementerian Keuangan RI yang dia pimpin melakukan perbaikan termasuk audit yang lebih baik, pengendalian internal yang kuat, dan sistem komputerisasi untuk meminimalkan interaksi pribadi dan kesempatan untuk menerima suap.

Ia juga bercerita bagaimana dia menciptakan insentif bagi pegawai negeri sipil, meningkatkan semangat mereka, dan menegakkan disiplin. “Dan kurang lebih lima tahun setelah langkah ini kami lakukan, jumlah wajib pajak di Indonesia melonjak dari 4,35 juta menjadi hampir 16 juta. Penerimaan pajak tumbuh sekitar 20% setiap tahun,” sambungnya.

Menurut Sri dampak dari Panama Papers ini bisa menginspirasi untuk memperbaiki sistem pajak internasional yang lebih kuat dan lebih adil. “Sekarang mungkin saat yang tepat untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan. Untuk memenuhi tujuan global mengakhiri kemiskinan dan mempromosikan kemakmuran bersama, kita perlu membantu negara-negara untuk mengatasi tantangan yang luar biasa dalam kebijakan pajak dan administrasi,” kata Sri.

Menurut dia aspek kepercayaan adalah bagian penting dari sistem pajak. Sri yakin bahwa tidak ada yang suka membayar pajak jika mereka tahu bahwa itu nantinya akan dicuri. Reformasi pajak menrut dia adalah bagian penting untuk membangun masyarakat yang adil di mana kelompok-kelompok elit mengikuti aturan termasuk dalam kewajiban membayar pajak. (OL-2)

BERITA TERKAIT