28 May 2021, 14:37 WIB

Lokasi Munas Kadin belum Final, Panitia Harap Tetap di Bali


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

MUSYAWARAH Nasional (Munas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) VIII yang awalnya diagendakan di Bali, terancam batal. Namun, Ketua Organizing Committee (OC) Munas Kadin Nita Yudi mengungkapkan belum ada keputusan akhir soal pemindahan lokasi acara tersebut.

Menurutnya, panitia masih menunggu keputusan akhir dari rapat Dewan Pengurus Lengkap (DPL) Kadin soal penentuan lokasi munas yang digelar akhir Juni. Pasalnya, persiapan di Bali sudah hampir 100%.

"Munas ke-8 Kadin belum diputuskan untuk diundur dan dipindahkan. Yang jelas kerja OC untuk Munas Kadin di Bali sudah 80%. Kalau mau dipindah tempatnya dan waktunya, ini semua tergantung hasil rapat DPL," ujar Nita saat dihubungi, Jumat (28/5).

Baca juga: Keputusan Pembatalan Munas Bali Dinilai Cederai Semangat PEN

Dalam menyiapkan Munas Kadin di Bali, pihaknya banyak melibatkan beberapa pihak atau stakeholder. Seperti, pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), seniman dan juga masyarakat Pulau Dewata.

Nita juga mengungkapkan antusias dari ribuan pengusahan yang ingin hadir di Bali. Tentunya hal ini berdampak pada perekonomian wilayah tersebut. Misalnya, keterisian tempat penginapan atau gedung yang disewa.

"Mereka (masyarakat Bali) sudah sangat berharap dan Gubernur (Bali) pun menyambut baik. Karena, hadir lebih dari 1.000 pengusaha di Bali yang akan berdampak bukan saja dari segi ekonomi saja, tapi juga sosial dan politik," tutur Nita.

Baca juga: Kadin Kalimantan Barat Deklarasikan Dukungan untuk Arsjad Rasjid

Saat dikonfirmasi, Ketua Umum Kadin Rosan Perkasa Roeslani enggan berkomentar lebih dalam soal rencana pergeseran lokasi Munas Kadin ke-8. Diketahui, agenda utama munas ialah pemilihan Ketua Umum Kadin periode 2021-2026. 

Adapu cnalonnya, yaitu Direktur Utama PT Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid dan Direktur Bakrie Group Anindya Novyan Bakrie. Merujuk pada surat nomor 405/DPt/V/2021 perihal Penyelenggaraan Konvensi Anggota Luar Biasa (ALB) dan Munas ke VIII Kadin, kemungkinan lokasi yang dipilih di Kendari, Sulawesi Tenggara.

"Sesuai Surat Dewan Pertimbangan Kadin, Munas tetap diadakan pada 30 Juni. Tempatnya saja yang belum pasti, masih dibahas," jelas Wakil Ketua Komite Tetap Kadin Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia Achmad Wijaya.(OL-11)

 

 

 

 

 

BERITA TERKAIT