27 May 2021, 12:35 WIB

Kementan Akan Tingkatkan SDM Petani dan Penyuluh


mediaindonesia.com |

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) mengapresiasi peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Sebagaimana diketahui, sektor pertanian penyumbang terbesar PDB Kabupaten Kolaka Timur yaitu 46,6%. Untuk itu, Kementan akan fokus pada peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, penguatan SDM ini wajib masuk dalam program prioritas Kementan yang dilakukan terintegrasi pada pembentukan Komando Strategis Pertanian (Kostratani) yang berbasis di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) tingkat kecamatan.

"Kostratani mempunyai peranan yang strategis, terutama pada pengelolaan data dan informasi dan pusat pergerakan pembangunan pertanian. Lebih dari itu, fungsi Kostratani juga bisa dijadikan sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan," katanya.

Baca Juga: Kementan Mutakhirkan Peran Kostratani Pertanian lebih Produktif

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Smber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menyampaikan pentingnya SDM pertanian yang sejalan dengan peningkatan produktivitas hasil pertanian.

"Oleh karena itu, praktisi pertanian di sini harus diperkuat. Pembangunan kapasitas building SDM pertaniannya yaitu petani dan penyuluhnya ini akan diperkuat melalui pemerdayaan BPP," kata Dedi.

Nantinya, Dedi melanjutkan, BPP dan Kostratani seluruh fasilitasnya akan dilengkapi dengan sarana IT (Informasi Teknologi). "Penyuluhnya akan diberi pelatihan, baik mengenai kepenyuluhan maupun pelatihan tematik," ujarnya.

Baca Juga: Pertanian Penunjang Pemulihan Ekonomi

Di sisi lain, mengenai harapan para petani dan penyuluh di Kabupaten Kolaka Timur, Dedi mengaku siap memperjuangkannya. "Harapan cukup banyak dari petani dan penyuluh. Misalnya bendung kecil, itu bisa kita dorong, diajukan ke PSP nanti kita kawal. Bantuan pupuk, benih dan lainnya itu kita kawal. Tentu nanti secara terintegrasi pembangunan kapasitas SDM ini harus bersama-sama dengan direktorat lain," jelas Dedi.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Kolaka Timur, Lasky Paemba menambahkan, untuk mengatasi kekurangan penyuluh di kabupatennya ada beberapa strategi yang diterapkan. "Kami mengangkat penyuluh swadaya. Untuk kelompok tani yang sudah kami anggap mampu bisa kami perbantukan ke kelompok lainnya yang membutuhkan," tutur dia.

Ia berharap sinergi ini bisa terus terbangun agar pembangunan dan produktivitas pertanian di Kabupaten Kolaka Timur bisa terus digenjot. (RO/OL-10)

BERITA TERKAIT