24 May 2021, 23:14 WIB

Selama 2020, Laba Bersih PLN Meningkat 38,6%


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

KINERJA keuangan Perusahaan Listrik Negara (PLN) tercatat meningkat di tengah pandemi Covid-19 dengan laba bersih pada 2020 naik 38,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal itu berdasarkan laporan keuangan 2020 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) dengan Opini Tanpa Modifikasian pada Senin (24/5).

Selama tahun lalu, PLN berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp5,9 triliun. Posisi ini naik Rp1,6 Triliun dibandingkan perolehan laba bersih tahun 2019 sebesar Rp4,3 triliun. 

“Pencapaian ini merupakan hasil dari transformasi PLN, yang berfokus pada peningkatan pendapatan dan menurunkan biaya pokok penyediaan, serta peningkatan layanan," kata Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dalam keterangan resmi, Senin (24/5).

PLN menyebut, laba bersih pada 2020 dapat bertambah sebesar Rp13,6 triliun, apabila tidak mempertimbangkan pencatatan unrealised loss atau kerugian secara buku dengan selisih kurs sebesar Rp7,7 triliun. Serta dikatakan ada tambahan pengakuan pendapatan dari penyambungan pelanggan sebesar Rp5,9 triliun, jika pencatatannya dilakukan sama seperti tahun 2019 yang belum menerapkan PSAK 72. 

Zulkifli menuturkan, program transformasi yang berjalan sejak tahun lalu telah memperkuat daya tahan PLN di situasi pandemi, bahkan dapat membukukan peningkatan laba bersihnya. 

Meskipun sebagian besar bisnis tengah menghadapi pandemi covid-19 yang juga menyebabkan perekonomian nasional menurun. PLN berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp345,4 triliun. Dari jumlah tersebut, pendapatan penjualan tenaga listrik mencapai Rp274,9 rriliun, termasuk didalamnya subsidi stimulus Covid-19 sebesar Rp13,8 triliun membantu 33 juta pelanggan.

Baca juga : Sriwijaya Air Tawarkan Opsi Resign kepada Karyawannya

Selain itu terdapat pendapatan subsidi sebesar Rp48,0 Triliun yang menjangkau 37 juta pelanggan dan kompensasi Rp17,9 Triliun untuk 42 juta pelanggan. 

“PLN beradaptasi dengan tantangan untuk menambah revenue perusahaan sekaligus mendukung perkembangan dunia industri, yaitu melalui akuisisi captive power di industri, elektrifikasi sektor agrikultur dan perikanan, serta migrasi ke kompor listrik," jelas Zaini.

Dia berujar, dalam upaya meningkatkan pendapatan dan pelayanan kepada pelanggan, PLN juga mengembangkan lini usaha di luar kelistrikan dan melakukan optimalisasi aset PLN antara lain membangun layanan internet dan infrastruktur kendaraan listrik. 

Zulkifli menambahkan, selain upaya efisiensi, korporasi yang dipimpinnya juga meningkatkan pengelolaan berbasis Good Corporate Governance (GCG), pengendalian likuiditas yang ketat dan memperkuat pengelolaan manajemen risiko.

Dengan seluruh langkah penghematan PLN, sepanjang 2020, PLN mengaku mampu menurunkan beban usaha dengan signifikan. Dari yang semula beban usaha sebesar Rp315,4 triliun di 2019, menjadi hanya sebesar Rp301,0 triliun di 2020, ada pengurangan sebesar Rp14,4 triliun pada beban usahanya. (OL-7)

BERITA TERKAIT