24 May 2021, 18:15 WIB

Rupiah Ditutup Stagnan, Pasar Tunggu Suku Bunga Acuan BI


Insi Nantika Jelita | Ekonomi

DALAM perdagangan sore ini, Senin (24/5) rupiah ditutup stagnan di level Rp14.355. Direktur PT.TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelaku pasar menunggu Bank Indonesia (BI) soal suku bunga acuan pada bulan ini yang diperkirakan bertahan di 3,5%. 

Menurutnya, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga sambil menunggu komitmen perbankan baik perbankan plat merah maupun perbankan swasta untuk menurunkan suku bunga kredit lebih dalam lagi.

"Untuk perdagangan besok mata uang rupiah diramalkan dibuka fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.340-Rp.14.380," kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (24/5).

Sejak pandemi covid-19 mengobrak-abrik perekonomian nasional, BI dilaporkan tidak tinggal diam. BI 7 Day Reverse Repo Rate diturunkan 200 basis poin ke 3,5%. Ini adalah suku bunga acuan terendah dalam sejarah Indonesia merdeka.

Baca juga : PPI Perkuat Potensi Holding Pangan di Daerah

Dari faktor eksternal, kurs rupiah dipengaruhi gerak dolar yang dilaporkan berada di dekat level terendah dalam tiga bulan terhadap kebangkitan kembali euro, dan pedagang mengurangi taruhan sebelumnya bahwa Federal Reserve akan segera mengurangi stimulusnya.

Risalah dari pertemuan kebijakan Fed pada April yang dirilis pekan lalu menunjukkan minoritas pembuat kebijakan yang cukup besar ingin membahas pembelian obligasi tapering di tengah kekhawatiran lebih banyak uang dikucurkan untuk pemulihan ekonomi dapat memicu inflasi.

"Angka inflasi cukup kuat tetapi penjualan ritel mungkin mulai melambat. Dan prospek ekonomi bergantung pada kebijakan fiskal, yang masih tidak pasti," kata Shinichiro Kadota, ahli strategi mata uang senior di Barclays .

Dengan investor disibukkan dengan ancaman percepatan inflasi, data PCE (pengeluaran konsumsi pribadi) Amerika Serikat, dipandang sebagai salah satu tes terbesar untuk pasar minggu ini. (OL-7)

BERITA TERKAIT